PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 16 April 2026 | Investor saham di Indonesia kembali dihadapkan pada peluang emas pada tanggal 15 April 2024. Pada hari ini dua emiten terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memasuki cum date dividend, yaitu tanggal pencatatan hak menerima dividen. Kedua saham tersebut diproyeksikan menghasilkan return yang empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan suku bunga deposito bank konvensional.
Emiten pertama adalah PT United Tractors Tbk (UNTR). Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) yang digelar pada 16 April 2024 memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp1.096 per lembar saham. Harga penutupan saham UNTR pada sesi sebelumnya berada di kisaran Rp7.000, sehingga dividend yield yang dihitung dari dividen per saham dibagi harga pasar mencapai sekitar 15,7 persen. Mengingat rata‑rata suku bunga deposito berjangka di bank-bank utama Indonesia berada di kisaran 4,5‑5 persen per tahun, UNTR menawarkan lebih dari tiga kali lipat return dibandingkan deposito.
Emiten kedua yang mencatat cum date pada 15 April adalah PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Perusahaan mengumumkan dividen tunai sebesar Rp250 per lembar saham. Dengan harga saham LPPF berkisar Rp1.000, dividend yield mencapai 25 persen—empat kali lipat suku bunga deposito. Meskipun LPPF baru saja meluncurkan program restrukturisasi operasional, kebijakan pembagian dividen ini menegaskan komitmen manajemen untuk tetap memberikan nilai bagi pemegang saham.
Selain dua saham yang sudah cum date, kalender dividen pekan ini masih menampilkan beberapa emiten lain yang patut diwaspadai. Pada tanggal 17 April, saham-saham seperti CMRY (Citra Marga Nusantara), NISP (Bank National Indonesia), dan SIDO (Indofood Sukses Makmur) akan memasuki cum date. Investor yang belum mencatat kepemilikan saham pada tanggal-tanggal tersebut berpotensi melewatkan dividen yang dapat meningkatkan total return portofolio mereka.
Berikut ringkasan singkat data dividen terkini:
| Emiten | Dividen per Saham (Rp) | Harga Saham (Rp) | Yield (%) | Cum Date |
|---|---|---|---|---|
| United Tractors (UNTR) | 1.096 | 7.000 | 15,7 | 15/04/2024 |
| Matahari Department Store (LPPF) | 250 | 1.000 | 25,0 | 15/04/2024 |
| Citra Marga Nusantara (CMRY) | — | — | — | 17/04/2024 |
| Bank National Indonesia (NISP) | — | — | — | 17/04/2024 |
| Indofood Sukses Makmur (SIDO) | — | — | — | 17/04/2024 |
Perbandingan antara dividend yield dan suku bunga deposito menggarisbawahi perbedaan profil risiko. Dividen saham bersifat variabel dan dipengaruhi oleh kinerja operasional, laba bersih, serta kebijakan manajemen. Deposito, di sisi lain, menawarkan imbal hasil tetap dan perlindungan modal yang lebih tinggi melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Investor yang menargetkan pertumbuhan nilai portofolio dapat memanfaatkan dividen tinggi, sementara yang mengutamakan keamanan modal tetap dapat memilih instrumen deposito.
Strategi alokasi aset yang seimbang sebaiknya mempertimbangkan proporsi antara saham dividend‑high dengan instrumen fixed income. Bagi investor ritel, menambah posisi pada UNTR dan LPPF sebelum cum date dapat meningkatkan total return tahunan, terutama bila pasar saham berada dalam fase bullish. Namun, penting untuk menilai fundamental masing‑masing emiten, termasuk profitabilitas, rasio pembayaran dividen, dan prospek industri.
Secara keseluruhan, tanggal 15 April 2024 menjadi momen penting bagi investor yang ingin meningkatkan yield portofolio mereka. Dengan dividend yield yang empat kali lipat lebih tinggi daripada deposito bank, UNTR dan LPPF menegaskan bahwa pasar ekuitas Indonesia masih menawarkan peluang menarik bagi mereka yang siap menanggung volatilitas pasar demi potensi imbal hasil yang lebih tinggi.
