PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 29 Juni 2026 | Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 17 Juni 2026 telah membawa perubahan besar dalam kebijakan moneter Federal Reserve. Dalam pertemuan tersebut, suku bunga acuan dipertahankan pada kisaran 3,50%-3,75%. Namun, apa yang berubah adalah proyeksi oficial Fed tentang kenaikan suku bunga di masa depan. Sekarang, sembilan dari 19 pejabat Fed memproyeksikan setidaknya satu kenaikan suku bunga sebelum akhir 2026, dengan enam di antaranya memprediksi beberapa kenaikan.
Perubahan ini terjadi setelah inflasi mencapai tingkat tertinggi dalam tiga tahun, yaitu 4,2% pada Mei 2026. Data ini telah mengubah ekspektasi pasar dan membuat pelaku pasar mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih awal. Alat FedWatch CME menunjukkan bahwa pelaku pasar telah menetapkan peluang sekitar 66%-77% untuk kenaikan suku bunga sebelum Desember 2026.
Ketua baru Federal Reserve, Kevin Warsh, yang mengambil alih jabatan pada 17 Juni 2026, akan menghadapi tantangan besar dalam menjalankan kebijakan moneter. Ia harus menghadapi inflasi yang tinggi, FOMC yang terbelah, dan kasus di Mahkamah Agung yang dapat mengubah kekuasaan presiden atas Fed. Warsh telah mengumumkan bahwa ia akan mempertahankan suku bunga pada tingkat yang sama, tetapi ia juga menekankan bahwa kebijakan moneter akan disesuaikan berdasarkan data ekonomi.
Perubahan kebijakan moneter ini juga telah mempengaruhi mata uang lain, termasuk Ringgit Malaysia. Menurut Mohd Afzanizam Abdul Rashid, Kepala Ekonom Bank Muamalat Malaysia Bhd, pelaku pasar telah terlalu optimis tentang kemungkinan kenaikan suku bunga AS dan telah melakukan taruhan yang terlalu besar pada dolar AS.
Dalam beberapa hari mendatang, kita dapat mengharapkan lebih banyak kejelasan tentang arah kebijakan moneter Fed. Pertemuan FOMC berikutnya akan diadakan pada September 2026, dan ketua Warsh diharapkan untuk memberikan lebih banyak informasi tentang rencana kebijakan moneter Fed.
Kesimpulan dari pertemuan FOMC ini adalah bahwa Federal Reserve telah mengambil langkah-langkah untuk menghadapi inflasi yang tinggi dan mempertahankan stabilitas ekonomi. Namun, keputusan ini juga telah membawa ketidakpastian baru dan membuat pelaku pasar harus siap untuk beradaptasi dengan perubahan kebijakan moneter yang mungkin terjadi di masa depan.
