PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 27 Juli 2026 | PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) kembali menyiapkan langkah ekspansi di sektor hulu migas. Emiten yang terafiliasi dengan pebisnis ulung Happy Hapsoro, yang juga suami Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Puan Maharani ini tengah menjajaki rencana akuisisi aset migas di Australia hingga Malaysia.
Direktur Utama Raharja Energi Cepu, Sumantri mengatakan selain Australia dan Malaysia, perseroan saat ini tengah melihat sejumlah aset migas hingga kawasan Timur Tengah. Namun, Sumantri menyatakan penjajakan tersebut masih tahap awal dan belum mengarah pada keputusan akuisisi.
Sebelumnya, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menggandeng PT Petrosea Tbk (PTRO) untuk menggarap tambang batu bara milik SINI di Kalimantan Tengah. Kerja sama ini akan menjadi katalis baru bagi pertumbuhan kedua emiten. Melalui dua anak usahanya, PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP), SINI menandatangani Perjanjian Jasa Pertambangan dengan PTRO.
PTRO akan menggarap proyek SINI mencakup pekerjaan pengupasan lapisan penutup (overburden removal) hingga penambangan batu bara di Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Perjanjian berlaku selama umur tambang (life of mine). SINI memperkirakan kerja sama tersebut berpotensi menghasilkan tambahan pendapatan hingga Rp 57,05 triliun sepanjang masa kontrak.
Selain memperoleh kontrak jasa pertambangan, PTRO juga memperkuat posisi sebagai pemegang saham SINI. Pada 23 Juli 2026, PTRO telah menyelesaikan pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue dengan menyetor modal sekitar Rp 1,19 triliun. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan PTRO di SINI meningkat menjadi 19,88%.
RATU saat ini memang tengah giat mengebut ekspansi. Sebelumnya Chief Financial Officer (CFO) Raharja Energi Cepu, Adrian Hartadi mengatakan perusahaan juga membidik sejumlah aset ladang minyak di Thailand, Turki, Irak hingga Amerika Serikat (AS). Ia mengatakan strategi akuisisi tetap menjadi fokus utama RATU untuk mendorong pertumbuhan anorganik.
Di sisi kinerja keuangan, Adrian mengatakan RATU menargetkan laba bersih sebesar US$ 26,75 juta pada 2026, hampir dua kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar US$ 15,2 juta. Sementara itu, pendapatan diperkirakan relatif stabil di kisaran US$ 51 juta.
Kerja sama antara Happy Hapsoro dan Prajogo Pangestu di sektor energi ini menarik perhatian pasar. Dengan ekspansi RATU dan kerja sama PTRO dengan SINI, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan negara.
Kesimpulan, duet bisnis Happy Hapsoro dan Prajogo Pangestu di sektor energi membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan kerja sama PTRO dan SINI, serta ekspansi RATU, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
