PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 13 Agustus 2026 | Harga BBM Pertamax telah mengalami penurunan sejak 1 Agustus 2026. Namun, masyarakat masih lebih memilih untuk membeli Pertalite karena harganya yang lebih murah. Menurut informasi dari PT Pertamina, harga BBM Pertamax telah diturunkan untuk tiga varian, yaitu Pertamax Turbo, Pertamax Green, dan Pertamax. Penurunan harga ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan.
Warga Karanganyar, Jawa Tengah, masih memilih untuk membeli Pertalite meskipun harga Pertamax telah turun. Mereka mengaku bahwa harga Pertamax masih terlalu mahal dan lebih memilih untuk antre panjang demi membeli Pertalite yang lebih murah. Sementara itu, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk melarang kelompok ekonomi atas dari membeli Pertalite dan harus beralih menggunakan BBM non-subsidi seperti Pertamax.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pemerintah masih mempelajari sistem pembatasan tersebut bersama PT Pertamina. Ia juga menegaskan bahwa subsidi BBM harus diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima. Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pembahasan pembatasan pembelian Pertalite dilakukan untuk memastikan subsidi migas lebih tepat sasaran.
Di sisi lain, masyarakat juga perlu menyadari bahwa ada beberapa mitos tentang isi BBM yang faktanya keliru. Misalnya, menggoyang kendaraan saat mengisi BBM tidak membuat tangki lebih penuh, melainkan berisiko memicu kebakaran akibat gesekan nozzle dan mulut tangki. Mencampur BBM beda oktan atau menambahkan minyak kayu putih juga tidak terbukti menghemat bahan bakar dan berpotensi menurunkan performa mesin.
Oleh karena itu, masyarakat perlu menyadari bahwa harga BBM yang terus berfluktuasi memerlukan penyesuaian dan pemahaman yang tepat. Dengan demikian, masyarakat dapat membuat keputusan yang tepat dalam memilih BBM yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial mereka.
Kesimpulan dari hal ini adalah bahwa harga BBM Pertamax yang telah turun masih belum mampu mengalihkan perhatian masyarakat dari Pertalite. Pemerintah perlu terus memantau dan mengevaluasi kebijakan subsidi BBM untuk memastikan bahwa subsidi diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima. Selain itu, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang mitos BBM yang keliru untuk menghindari kerugian dan memilih BBM yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
