PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 Agustus 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan signifikan sebesar 1,59% pada hari Jumat, 14 Agustus 2026, setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD. Dalam pidatonya, Prabowo menyebutkan beberapa perusahaan pelat merah yang telah mengalami peningkatan keuntungan signifikan, termasuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang untungnya meningkat lebih dari 400%.
Saham-saham yang mengalami kenaikan signifikan setelah pidato Prabowo antara lain GIAA, TINS, dan SMGR. Saham GIAA naik 5,56% ke Rp 76, TINS melonjak 4,57% ke Rp 3.890, dan SMGR naik 4,64% ke Rp 1.580. Total transaksi harian saham mencapai Rp 12,43 triliun dengan volume 32,44 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,74 juta kali.
Kenaikan IHSG ini juga dipengaruhi oleh sentimen eksternal, termasuk angka inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan, sehingga pelaku pasar kembali risk on dan dollar indeks pun melemah. Selain itu, beberapa proyeksi proyek dari Pidato Prabowo yang akan berpengaruh terhadap ekosistem kendaraan listrik dan konstruksi, seperti pembangunan Giant Sea Wall, juga menjadi faktor pendorong kenaikan IHSG.
Dalam perdagangan saham Jumat, IHSG berada di level tertinggi 6.401,88 dan level terendah 6.267,40. Sebanyak 334 saham menguat, 268 saham melemah, dan 191 saham tidak bergerak. Total frekuensi perdagangan 1.745.884 kali dengan volume perdagangan saham 32,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,4 triliun.
Seluruh sektor saham mengalami kenaikan, dengan sektor saham kesehatan yang meningkat 3,09% menjadi yang tertinggi, diikuti oleh sektor saham properti yang melambung 2,99%, dan sektor saham energi yang menanjak 2,66%. Sektor saham lainnya, seperti basic, industri, consumer nonsiklikal, consumer siklikal, keuangan, teknologi, infrastruktur, dan transportasi, juga mengalami kenaikan.
Kenaikan IHSG ini menunjukkan bahwa investor memiliki respons positif terhadap pidato Presiden Prabowo dan sentimen eksternal yang mendukung. Namun, perlu diingat bahwa pasar saham dapat berubah cepat dan tidak terduga, sehingga investor harus tetap waspada dan melakukan analisis yang tepat sebelum membuat keputusan investasi.
