IHSG Turun 0,87% pada Sesi Pertama, Sektor Industri Koreksi Terbesar

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 11 Agustus 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,87% pada sesi pertama perdagangan saham, Selasa (11/8/2026). IHSG ditutup di level 6.309,905, dengan sebanyak 466 saham melemah, 160 saham menguat, dan 162 saham stagnan.

Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 7,84 triliun, dengan volume perdagangan saham sebesar 20,912 miliar saham dan frekuensi 1.229.198 kali. Mayoritas sektor saham tertekan, kecuali sektor kesehatan yang naik 0,11%.

Baca juga:

Sektor industri menjadi pemicu koreksi terbesar dengan penurunan 2,08%. Saham PT Asia International Tbk (ASII) turun 1,6% ke Rp 4.920, PT United Tractors Tbk (UNTR) melemah 1,14% ke Rp 23.775, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) merosot 3,81% ke Rp 101.

Sementara itu, indeks LQ45 juga ikut tertekan 0,94% ke level 628,17. Dalam keseluruhan perdagangan, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) paling banyak ditransaksikan senilai Rp 439,83 miliar, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp 389,05 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 345,24 miliar.

Baca juga:

IHSG sempat dibuka menguat 0,29% ke level 6.383 pada awal perdagangan, namun kemudian terus melemah sepanjang sesi pertama. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell Rp 774,89 miliar, dengan saham DSSA paling banyak dijual senilai Rp 131,35 miliar, diikuti BMRI Rp 87,19 miliar, dan BBCA senilai Rp 81,23 miliar.

Dalam perdagangan regional, indeks bursa Nikkei Jepang naik 2,08% ke level 66.970, sementara Shanghai Composite dan Hang Seng masing-masing turun 0,10% dan 0,57%.

Baca juga:

Kondisi ini menunjukkan bahwa IHSG masih berada dalam tekanan, terutama dari sektor industri yang menjadi penyebab koreksi terbesar. Namun, dengan masih adanya sektor yang menguat, seperti kesehatan, memberikan harapan bahwa IHSG bisa kembali pulih di sesi selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *