PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 22 Juli 2026 | Reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengerek saham-saham yang terafiliasi dengan para konglomerat pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Emiten milik Prajogo Pangestu menjadi penggerak utama penguatan pasar, disusul saham-saham Grup Bakrie, Haji Isam, Salim, Sinar Mas, hingga Hashim Djojohadikusumo yang sama-sama ditutup di zona hijau.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hampir seluruh saham utama di kelompok konglomerasi membukukan kenaikan harga. Sejumlah emiten bahkan mencatat lonjakan dua digit dalam sepekan terakhir, mencerminkan tingginya minat investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar maupun menengah.
Grup Prajogo Pangestu menjadi kontributor terbesar terhadap penguatan pasar. PT Petrosea Tbk (PTRO) memimpin kenaikan dengan menguat 8,50% ke level Rp4.470 per saham. Dalam sepekan, saham kontraktor tambang tersebut telah melonjak 12,03%. Kenaikan juga terjadi pada PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang melesat 9,02% menjadi Rp725 per saham.
Sementara itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 9,70% ke Rp735 per saham. Adapun PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menguat 6,13% menjadi Rp2.250 per saham, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 3,33% ke Rp1.860 per saham, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) bertambah 4,17% menjadi Rp3.500 per saham.
Di kelompok Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi bintang dengan lonjakan 10,55% ke Rp440 per saham. Dalam sepekan terakhir, saham tersebut telah terapresiasi sekitar 22,22%. Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 5,66% menjadi Rp168 per saham, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 7,83% ke Rp620 per saham, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) bertambah 0,35% menjadi Rp1.430 per saham, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) naik 1,97% ke Rp775 per saham.
Kenaikan saham konglomerat juga dipengaruhi oleh perhatian pelaku pasar yang kini tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (22/7/2026). Pasar memperkirakan bank sentral akan kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,00 persen.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melambung ke atas hingga akhir perdagangan, Selasa (21/7/2026). IHSG ditutup naik 108,24 poin atau 1,73 persen ke level 6.340. Penguatan IHSG didorong oleh saham-saham konglomerasi, sementara pergerakan saham sektor perbankan cenderung stagnan.
Pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) ditujukan untuk menarik aliran dana global yang sedang mencari lokasi investasi baru. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal usai pengesahan RUU PFII menjadi Undang-undang.
Hekal menyebut ada sekitar US$ 3,2 triliun dana milik keluarga-keluarga kaya dunia yang saat ini ditempatkan di berbagai pusat keuangan internasional. Dari jumlah tersebut, sekitar 65% sedang mencari lokasi baru untuk menempatkan asetnya.
Indonesia ingin menjadikan PFII sebagai salah satu tujuan investasi tersebut. Menurut Hekal, jika pembentukan PFII terlambat peluang tersebut bisa direbut negara lain. Ia menyebut Vietnam dan Uzbekistan juga tengah mengembangkan pusat keuangan internasional.
Bali direncanakan menjadi lokasi PFII. Menurut Hekal, banyak warga negara asing sudah tinggal di Pulau Dewata, namun tidak sepenuhnya menaruh uang atau berinvestasi di Indonesia.
Kesimpulan, konglomerat Indonesia berpesta saat IHSG menguat. Emiten milik Prajogo Pangestu menjadi penggerak utama penguatan pasar, disusul saham-saham Grup Bakrie, Haji Isam, Salim, Sinar Mas, hingga Hashim Djojohadikusumo yang sama-sama ditutup di zona hijau. Pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) ditujukan untuk menarik aliran dana global yang sedang mencari lokasi investasi baru.
