PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 21 Juni 2026 | Pasar saham Jepang telah mencapai rekor tertinggi dalam beberapa minggu terakhir, dengan Nikkei 225 mencapai 71.250,06 poin pada hari Jumat. Kenaikan ini dipimpin oleh saham-saham yang terkait dengan teknologi dan artificial intelligence (AI).
Semikonduktor dan isu-isu terkait AI lainnya terus menarik minat pembeli, namun tekanan penjualan karena kekhawatiran akan overheat pasar telah menyebabkan Nikkei 225 turun sebanyak 23,22 poin, atau 0,57%, menjadi 4.044,96 poin.
Indeks TOPIX yang lebih luas juga turun, menandai akhir dari tiga hari berturut-turut kenaikan. Broker-broker menyatakan bahwa ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah telah menyebabkan penurunan momentum pembelian.
Di sisi lain, Federal Reserve AS telah mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,5-3,75%, tetapi mempertahankan sikap hawkish untuk menjaga stabilitas harga di tengah pertumbuhan produktivitas yang kuat. Keputusan ini berpotensi mempengaruhi pasar saham global, termasuk Nikkei 225.
Ekonom Andrew Sheng menyatakan bahwa pasar saham sedang mengalami ‘halusinasi’ dengan asumsi bahwa raksasa teknologi AS akan terus tumbuh, namun saat likuiditas menjadi langka, kenyataan akan segera menyadarkan investor.
Indeks Nikkei 225 telah mencapai rekor tertinggi dalam beberapa minggu terakhir, didorong oleh kenaikan saham-saham teknologi dan AI. Namun, ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah dan kekhawatiran akan overheat pasar telah menyebabkan penurunan momentum pembelian.
Dalam beberapa hari terakhir, Nikkei 225 telah mencapai rekor tertinggi, dengan kenaikan 196,57 poin, atau 0,27%, menjadi 71.250,06 poin pada hari Jumat. Kenaikan ini dipimpin oleh saham-saham yang terkait dengan teknologi dan AI.
Menurut analis, kenaikan Nikkei 225 dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kenaikan saham-saham teknologi dan AI, serta keputusan Federal Reserve AS untuk mempertahankan suku bunga. Namun, ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah dan kekhawatiran akan overheat pasar telah menyebabkan penurunan momentum pembelian.
Dalam kesimpulan, Nikkei 225 telah mencapai rekor tertinggi dalam beberapa minggu terakhir, didorong oleh kenaikan saham-saham teknologi dan AI. Namun, ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah dan kekhawatiran akan overheat pasar telah menyebabkan penurunan momentum pembelian. Investor harus tetap waspada dan memantau perkembangan pasar saham dengan seksama.
