Rupiah Tertekan, Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 16 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah mengalami tekanan di pasar domestik, dengan kurs jual dolar AS di beberapa bank besar mencapai level Rp17.595 per dolar AS. Hal ini disebabkan oleh penguatan indeks dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi AS, serta kekhawatiran akan konflik Iran-AS.

Analis pasar uang Lukman Leong menilai bahwa rupiah bersama mata uang Asia lainnya menjadi yang paling tertekan di tengah penguatan dolar AS akibat kekhawatiran pasar terhadap konflik Iran-AS.

Baca juga:

Ekonom Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P Sasmita membeberkan beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah agar rupiah menguat. Pertama, menjaga kredibilitas fiskal dan APBN agar pasar yakin defisit tetap terkendali. Kedua, memperkuat ekspor dan memperbesar devisa hasil ekspor suplai Dolar AS di dalam negeri lebih kuat.

Ronny juga menyarankan pemerintah untuk mempercepat hilirisasi dan substitusi impor dalam jangka panjang. Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menambahkan bahwa Bank Indonesia harus tetap aktif menjaga pasar valas supaya pelemahannya tidak terlalu tajam dan tidak memicu kepanikan.

Baca juga:

Di tengah kondisi tersebut, beberapa instrumen investasi dinilai masih berpotensi memberikan keuntungan bagi investor. Melansir laman resmi DBS Indonesia, terdapat tiga jenis investasi yang dinilai menarik saat nilai tukar rupiah turun, yaitu tabungan dolar AS, obligasi, dan saham.

Kesimpulan, pemerintah perlu melakukan beberapa langkah untuk menguatkan rupiah, seperti menjaga kredibilitas fiskal, memperkuat ekspor, dan mempercepat hilirisasi. Sementara itu, investor dapat mempertimbangkan beberapa instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang turun.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *