PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 18 Mei 2026 | Pelabuhan Shanghai, yang sudah 16 tahun berturut-turut menjadi pelabuhan peti kemas terbesar di dunia, telah menangani 55,06 juta unit peti kemas selama tahun 2025. Menurut Chu Beiping, presiden Universitas Maritim Shanghai, pelabuhan tersebut menargetkan untuk meningkatkan kapasitasnya menjadi 58 juta unit peti kemas per tahun pada periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030).
Untuk mencapai target ini, Shanghai berfokus pada peningkatan kapasitas dan kemampuan kompetitif, tidak hanya pada ekspansi skala. Menurut Chu, pertumbuhan skala hanya sebagian dari peningkatan kapasitas dalam pengembangan Pusat Pengiriman Internasional Shanghai. Yang lebih penting adalah penyediaan talenta dengan keahlian lintas disiplin, kemampuan membuat peraturan, dan kompetisi untuk pengaruh wacana internasional, yang merupakan kunci untuk meningkatkan status dan kemampuan pusat tersebut.
Shanghai Maritime University telah meluncurkan program sarjana internasional pertama di bidang manajemen kapal pesiar internasional pada tahun 2025, dengan 31 mahasiswa. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengatasi kekurangan talenta jasa maritim tingkat tinggi di Shanghai. Menurut Wu Xianhua, dekan Sekolah Ekonomi dan Manajemen universitas tersebut, program ini bertujuan untuk memperkuat keterampilan praktis, kemampuan bahasa asing, dan wawasan internasional mahasiswa.
Selain itu, proyek Kanal Pinglu yang sedang dibangun di Guangxi diharapkan dapat meningkatkan perdagangan antara Asia Tenggara dan China. Kanal sepanjang 134,2 kilometer ini akan menghubungkan sungai-sungai pedalaman China dengan Laut China Selatan, sehingga mempersingkat rute pengiriman ke Singapura dan bagian lain Asia Tenggara.
Senior Menteri Lee Hsien Loong dari Singapura juga melakukan kunjungan lima hari ke Guangxi dan Shanghai, China, untuk memperkuat hubungan bilateral antara Singapura dan China. Dalam kunjungannya, ia bertemu dengan pejabat pemerintah setempat dan melakukan kunjungan ke beberapa proyek untuk memahami lebih lanjut tentang peran Guangxi dalam meningkatkan konektivitas antara China dan Asia Tenggara.
Dalam konteks ini, Shanghai Eastern Hub International Business Cooperation Zone juga berupaya untuk meningkatkan daya tariknya sebagai pusat bisnis global dengan kebijakan visa yang disederhanakan dan proses bisnis yang dipercepat. Zona ini menawarkan kemudahan bagi pengusaha asing untuk melakukan kegiatan bisnis di China, termasuk kemudahan dalam memperoleh visa dan melakukan perjalanan ke dalam negeri.
IPC Terminal Petikemas Area Panjang juga memperbesar kapasitas bongkar muat dengan menambah satu unit Quay Container Crane (QCC) berjenis Post Panamax, yang tiba di Pelabuhan Panjang menggunakan kapal MV Zheng Hua 37 asal China. Penambahan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kapasitas pelabuhan dalam menangani peti kemas.
Dalam kesimpulan, upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan kompetitif pelabuhan Shanghai, serta proyek-proyek lain di China, diharapkan dapat meningkatkan perdagangan dan investasi antara China dan negara-negara lain, termasuk Asia Tenggara. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kerja sama regional.
