PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 18 April 2026 | Jakarta, 18 April 2026 – Menjelang hari pernikahan yang semakin dekat, pasangan selebriti El Rumi dan Syifa Hadju tidak hanya menyiapkan momen foto prewedding yang megah, tetapi juga merumuskan lima prinsip utama yang akan menjadi fondasi rumah tangganya. Kedua tokoh publik ini kini menjadi sorotan tidak hanya karena gaya hidup mewah, melainkan juga karena pendekatan mereka yang terstruktur dalam membangun keluarga.
Rangkaian pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju dijadwalkan akan ditayangkan secara eksklusif oleh SCTV, menandai kembali tren pernikahan selebriti yang dikemas dalam format televisi. Penayangan ini diprediksi akan menarik jutaan penonton, mengingat popularitas pasangan serta diskusi hangat yang muncul setelah Rizky Billar, suami Lesti Kejora, mengungkap besarnya potensi ekonomi dari pernikahan yang disiarkan di layar kaca. Billar menyatakan bahwa pendapatan dari acara pernikahan dapat menutupi kebutuhan hidup keluarga selama bertahun‑tahun, memicu perdebatan publik tentang nilai komersial di balik momen sakral.
Di balik sorotan media, El Rumi dan Syifa Hadju mengungkapkan lima prinsip yang menjadi landasan rumah tangga mereka. Prinsip‑prinsip tersebut tidak hanya mencerminkan nilai pribadi, melainkan juga menanggapi ekspektasi publik terhadap pasangan selebriti yang selalu berada di bawah kaca mata. Berikut rangkuman prinsip yang mereka bagikan:
- Komunikasi Terbuka – Kedua pasangan menekankan pentingnya dialog jujur tentang perasaan, harapan, dan tantangan yang dihadapi, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.
- Perencanaan Keuangan yang Bijak – Mengingat potensi pendapatan besar dari penayangan pernikahan, mereka berkomitmen mengalokasikan dana secara strategis, termasuk investasi jangka panjang dan dana darurat, untuk menghindari ketergantungan pada “cuan” sesaat.
- Keharmonisan Spiritual – Prosesi pengajian dan siraman yang akan disiarkan menjadi bagian penting dalam memperkuat ikatan religius, sekaligus menghormati tradisi keluarga.
- Keterlibatan Keluarga dan Sahabat – Sejak memberi mesin kopi dan bingkisan kepada sahabat, Syifa menegaskan peran penting jaringan sosial dalam menciptakan lingkungan yang suportif.
- Investasi pada Diri Sendiri – Baik perawatan kulit, rambut, maupun penampilan, yang ditonjolkan dalam foto prewedding, dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk kesehatan mental dan kepercayaan diri.
Gaya prewedding pasangan ini pun menjadi bukti nyata dari prinsip kelima. Dalam sesi foto yang diambil di lokasi bergaya galeri seni klasik, Syifa tampil mengenakan gaun putih halter neck dengan detail lace transparan, dipadukan dengan perhiasan Cartier seri Juste un Clou berbahan 18K rose gold. Nilai total perhiasan yang dipakai mencapai lebih dari Rp259 juta, mencakup gelang, cincin, dan anting. Sementara El Rumi menyesuaikan penampilan dengan busana minimalis berwarna netral, menonjolkan kesan modern namun tetap elegan.
Penekanan pada penampilan tidak semata‑mata sebagai pamer, melainkan sebagai bagian dari investasi diri. Syifa pernah mengungkap bahwa perawatan rambut dan kulit dianggap sebagai investasi jangka panjang, yang selaras dengan prinsip kelima tentang pengembangan pribadi. Keputusan untuk menampilkan foto prewedding dengan nuansa editorial fashion juga mencerminkan keinginan mereka untuk mengekspresikan identitas sebagai pasangan modern yang menghargai estetika sekaligus nilai substansial.
Tak hanya estetika, persiapan logistik pernikahan juga menunjukkan penerapan prinsip keuangan. Dengan adanya rencana penayangan di televisi, perkiraan pendapatan dari hak siar, sponsor, dan iklan diproyeksikan dapat menutupi biaya pernikahan yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini sejalan dengan pernyataan Rizky Billar yang menekankan pentingnya perencanaan finansial dalam pernikahan publik.
Pengajian hingga akad nikah yang akan disiarkan, diprediksi menjadi sorotan utama bagi pemirsa yang ingin menyaksikan proses spiritual dan budaya secara mendalam. SCTV menegaskan bahwa detail waktu pelaksanaan masih dirahasiakan, namun penonton dapat menantikan rangkaian acara mulai dari prosesi pengajian yang khidmat, siraman yang menyentuh hati, hingga janji suci di pelaminan.
Dengan menggabungkan prinsip‑prinsip tersebut, El Rumi dan Syifa Hadju berharap dapat memberikan contoh bagi pasangan muda lainnya, khususnya di era media sosial dimana setiap detail kehidupan pribadi dapat menjadi konsumsi publik. Meskipun ada perdebatan mengenai komersialisasi pernikahan, pasangan ini menegaskan bahwa nilai-nilai inti—komunikasi, keuangan, spiritualitas, dukungan sosial, dan investasi diri—adalah fondasi yang tak tergantikan.
Seiring hitungan hari menuju pernikahan, publik dapat menantikan tidak hanya visual mewah, tetapi juga pelajaran berharga tentang bagaimana membangun rumah tangga yang kuat di tengah sorotan media.
