PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 April 2026 | Jakarta – Nama Arya Khan kembali menjadi sorotan publik setelah serangkaian pernyataan yang diungkapkan dalam dua episode podcast bersama Melaney Ricardo. Pada kesempatan tersebut, Arya menanggapi tuduhan pansos (pancingan sosial) serta klarifikasi soal klaim bahwa ia hanya memberikan nafkah sebesar Rp300 ribu per bulan kepada istri, Pinkan Mambo. Arya menegaskan bahwa angka tersebut bukanlah uang bulanan melainkan uang harian untuk kebutuhan dapur keluarga, sekaligus mengkritik pola hidup sang istri yang dinilainya boros dan tidak konsisten dengan kondisi keuangan mereka.
Menurut Arya, uang Rp300 ribu yang disebutkan oleh putri sambungnya, Michelle Ashley, merupakan alokasi harian yang dipakai untuk menyiapkan makanan bagi seluruh anggota keluarga. “Emang salah nggak kayak sehari itu Rp300 ribu, Rp400 ribu lah. Sehari, bukan sebulan ya. Itu buat dapur doang,” ujar Arya dalam podcast. Ia menambahkan bahwa uang tersebut juga mencakup kebutuhan makan anak‑anaknya, meskipun tidak memiliki ikatan darah dengan mereka. “Walaupun itu bukan anak darah dagingku, aku hanya bapak sambung. Namanya kita ngasih uang segitu kemakan rame‑rame, berarti kita sudah tanggung jawab,” tegasnya.
Selain klarifikasi soal nafkah, Arya menyoroti isu pansos yang melibatkan Pinkan Mambo. Belakangan Pinkan sempat melakukan aksi ngamen di pinggir jalan sambil menyiarkan langsung, yang memicu perdebatan di media sosial. Arya menilai tindakan tersebut sebagai upaya mencari perhatian publik, namun ia menolak untuk terlibat dalam drama tersebut. “Masalah keluarga sebaiknya diselesaikan secara internal, bukan diungkapkan ke ranah publik,” kata Arya, menasihati Michelle untuk menyampaikan keluhan secara langsung kepada ibunya.
Tak hanya soal uang, Arya juga mengungkap perbedaan signifikan dalam gaya hidup mereka. Ia menyatakan bahwa rumah permanen telah dibangun di kawasan Sepatan khusus untuk keluarganya, namun Pinkan memilih menyewa kamar dengan biaya fantastis sebesar Rp1,5 juta per hari. “Terus terang aku udah bangun rumah di Sepatan, tingkat. Mamimu enggak mau tinggal di situ, lebih memilih nyewa yang sehari harus keluar Rp1,5 juta,” ungkap Arya. Pilihan tersebut, menurutnya, sepenuhnya hak Pinkan dan tidak menjadi urusan Arya.
Dalam hal pengelolaan keuangan, Arya menegaskan bahwa ia merupakan seorang kreator konten TikTok dengan penghasilan biasa‑biasa saja. “Aku cuma orang biasa, seorang TikToker yang menghasilkan uang biasa‑biasa saja, usaha juga enggak terlalu gede banget,” katanya. Meskipun begitu, Arya berkeyakinan bahwa penghasilannya sudah cukup untuk menutupi kebutuhan pokok keluarganya.
Berbeda dengan Arya, Pinkan Mambo dikatakan memiliki pola pengeluaran yang jauh lebih tinggi. Arya menyebut contoh konkret pembelian barang mewah meski kondisi keuangan keluarga sedang tidak optimal. “Dia nabungnya kayak beli barang. Dia kalau punya uang beli sepatu anaknya berjuta‑juta. Kemarin juga habis beli iPhone. Ngebeliin iPhone anaknya juga Rp15 juta,” ungkapnya. Menurut Arya, kebiasaan tersebut mencerminkan gaya hidup yang tidak selaras dengan realitas ekonomi keluarga mereka.
Berikut rangkuman poin utama yang disampaikan Arya Khan:
- Rp300‑400 ribu yang disebutkan bukan nafkah bulanan, melainkan alokasi harian untuk kebutuhan dapur.
- Isu pansos terkait aksi ngamen Pinkan Mambo dianggap tidak produktif dan seharusnya diselesaikan dalam lingkup keluarga.
- Rumah permanen telah disiapkan di Sepatan, namun Pinkan memilih menyewa kamar dengan biaya Rp1,5 juta per hari.
- Penghasilan Arya bersifat modest, berasal dari konten digital, dan dianggap cukup untuk menutupi kebutuhan dasar.
- Pinkan Mambo dikritik karena gaya hidup boros, termasuk pembelian sepatu mahal dan iPhone senilai jutaan rupiah.
Kesimpulannya, Arya Khan berusaha menegaskan kembali perannya sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab meskipun dengan sumber daya terbatas. Ia menolak tuduhan pansos, meluruskan fakta soal nafkah, serta menyoroti perbedaan pola pengeluaran antara dirinya dan Pinkan Mambo. Sementara itu, dinamika internal keluarga tetap menjadi sorotan publik, mengingat pernyataan Michelle Ashley tentang kemandirian sejak usia 17 tahun dan ketegangan yang muncul akibat perbedaan gaya hidup pasangan. Perdebatan ini diperkirakan akan terus berlanjut di ruang media sosial, menuntut klarifikasi lebih lanjut dari semua pihak terkait.
