PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 Mei 2026 | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat. Namun, belakangan ini program ini telah menjadi sorotan karena adanya kasus penipuan dan penyalahgunaan dana. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa titik dapur MBG tidak diperjualbelikan dan seluruh proses pengajuan hanya dapat dilakukan melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan oleh BGN.
Menurut Sony, BGN telah memulai penyesuaian setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan pemangkasan anggaran MBG. Pemangkasan anggaran MBG ini akan berdampak pada operasional dan pengadaan, namun tidak akan mempengaruhi jumlah penerima manfaat. BGN juga memastikan bahwa biaya bahan baku makanan per porsi tidak berubah dan tetap sebesar Rp10 ribu.
Selain itu, BGN juga telah mengembangkan aplikasi Reviu Menu MBG untuk memantau kualitas makanan yang didistribusikan. Aplikasi ini memungkinkan penerima manfaat untuk memberikan penilaian terhadap kualitas makanan yang mereka terima. Dengan demikian, BGN dapat memantau kualitas makanan secara langsung dan melakukan tindakan yang tepat jika ditemukan adanya penyalahgunaan atau penipuan.
Program MBG ini telah menjangkau sekitar 61,96 juta penerima dengan dukungan 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di berbagai daerah. Namun, dengan adanya pemangkasan anggaran, program ini harus disesuaikan untuk memastikan bahwa sumber daya yang tersedia digunakan dengan efektif dan efisien.
Dalam beberapa waktu terakhir, program MBG juga telah menjadi sorotan karena adanya kasus penipuan dan penyalahgunaan dana. Oleh karena itu, BGN telah meningkatkan pengawasan dan memastikan bahwa seluruh proses pengajuan dan penyaluran dana dilakukan melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan.
Dengan demikian, program MBG dapat terus berjalan dengan efektif dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan. BGN juga terus berkomitmen untuk memastikan bahwa program ini dapat berjalan dengan transparan dan akuntabel, serta meminimalkan adanya penyalahgunaan atau penipuan.
