Ratusan Santri Demak Dirawat karena Dugaan Keracunan MBG, Dapur SPPG Ditutup Sementara

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 20 April 2026 | Ribuan santri di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pilangwetan pada Sabtu, 18 April 2026. Kasus ini menimbulkan kepanikan di lingkungan pesantren, memicu penutupan sementara dapur SPPG, dan menambah beban layanan kesehatan setempat.

Menurut keterangan kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan, hingga Minggu siang, 19 April 2026, lebih dari 100 santri menunjukkan gejala mual, muntah, pusing, dan keluhan lain yang mengarah pada keracunan makanan. Dari jumlah tersebut, lima orang telah dirawat di puskesmas dan kini sudah dipulangkan setelah kondisi stabil. Sebanyak 95 orang lainnya dirujuk ke rumah sakit, termasuk PKU Muhammadiyah Gubug, Rumah Sakit Getas Pendowo, dan RS Sultan Fatah Karangawen.

Baca juga:

Data rinci yang diberikan oleh pihak puskesmas tercatat dalam tabel berikut:

Institusi Jumlah Korban Rawat Jalan Rawat Inap
Puskesmas Kebonagung 5 5 0
PKU Muhammadiyah Gubug 23 0 23
RS Getas Pendowo 12 0 12
RS Sultan Fatah Karangawen 60 0 60

Penyaluran MBG tersebut melibatkan empat lembaga pendidikan: MTs Yasua (310 porsi), MTs Yasua (137 porsi), SMPS IT Hidayatul Mubtadiin (47 porsi), dan MA IT Hidayatul Mubtadiin (56 porsi). Dari total 550 porsi yang diterima empat sekolah, 110 anak mengalami gejala, dan 95 di antaranya harus dirujuk ke fasilitas kesehatan.

Koordinator wilayah SPPG Demak, Ali Muzani, menjelaskan bahwa total porsi MBG yang diproduksi di dapur SPPG Desa Pilangwetan mencapai 1.484. Namun, sebagian besar distribusi diarahkan ke empat sekolah tersebut. Ia menambahkan bahwa penyebab pasti keracunan belum teridentifikasi karena hasil uji laboratorium masih dalam proses. “Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Demak untuk melakukan investigasi lebih lanjut,” ungkap Muzani.

Baca juga:

Selain santri, kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) juga dilaporkan mengalami gejala. Dari lima korban B3, satu dirujuk ke PKU Gubug, sementara empat lainnya menjalani perawatan rawat jalan di puskesmas.

Menanggapi situasi, pihak berwenang menutup sementara operasional dapur SPPG dan memasang garis polisi di pintu masuk utama. Yayasan Khidmatul Ummah Madani, pemilik dapur, belum memberikan pernyataan resmi. Sementara itu, Dinas Kesehatan Demak terus memantau kondisi korban dan menunggu hasil laboratorium untuk menentukan langkah selanjutnya.

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran akan keamanan program makanan gratis di daerah pedesaan. Para ahli gizi menekankan pentingnya kontrol kualitas bahan baku, proses pengolahan, serta prosedur kebersihan yang ketat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Baca juga:

Dengan lebih dari 100 santri yang dirawat dan ratusan lainnya dipantau, otoritas kesehatan bertekad menyelesaikan penyelidikan secepat mungkin. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan medis, dan melaporkan gejala yang muncul setelah mengonsumsi MBG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *