PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 29 Juli 2026 | Konflik antara TNI dan OPM di Papua kembali memanas. Sekitar 3.000 warga mengungsi akibat konflik di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, sepanjang Mei hingga Juli 2026. Mereka berasal dari sejumlah kampung di Distrik Agisiga dan Distrik Hitadipa.
Menurut Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits B. Ramandey, warga memilih meninggalkan kampung karena merasa tidak aman menyusul kontak senjata yang berulang di sekitar permukiman. Keputusan untuk meninggalkan kampung dipengaruhi oleh rasa takut, trauma, dan kekhawatiran atas berulangnya kekerasan.
Sementara itu, di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, terjadi penembakan yang menewaskan tiga warga sipil. Mereka ditembak oleh OPM pimpinan Kopitua Heluka. KemenHAM RI mengecam aksi penembakan tersebut dan menegaskan bahwa penyelesaian konflik di Papua harus tetap mengedepankan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta perlindungan terhadap warga sipil.
Legislator, Mafirion, mendesak aparat penegak hukum mengusut penembakan 3 warga sipil di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh teror dan kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat Papua.
Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi dua jenazah warga sipil yang menjadi korban aksi kekerasan OPM di Yahukimo. Proses evakuasi dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian mengingat medan pegunungan, kondisi cuaca, debit sungai, serta situasi keamanan yang masih berpotensi membahayakan.
Kesimpulan, konflik di Papua masih berlanjut dan menimbulkan banyak korban. Pemerintah dan aparat keamanan harus bekerja sama untuk menyelesaikan konflik ini dan melindungi warga sipil. Perlindungan terhadap hak asasi manusia dan penegakan hukum harus menjadi prioritas dalam penyelesaian konflik di Papua.
