PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Juni 2026 | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi izin tinggal warga negara asing (WNA). Penetapan ini menyusul penggeledahan yang dilakukan oleh KPK di rumah Silmy Karim pada Jumat, 5 Juni 2026.
Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, penggeledahan tersebut menghasilkan sejumlah barang bukti, termasuk dua unit mobil sport, sepuluh unit kendaraan roda dua, tujuh unit sepeda, dan beberapa perhiasan lainnya. Selain itu, KPK juga menyita sejumlah uang dalam mata uang rupiah dan valuta asing, seperti dolar AS, euro, dan yen.
foto tumpukan uang valas yang ramai beredar di media sosial bukan bagian dari giat penggeledahan KPK di rumah Silmy Karim. Hal ini diklarifikasi oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, yang menegaskan bahwa foto tersebut bukan berasal dari penggeledahan yang dilakukan oleh KPK.
Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyelenggarakan rapat umum pemegang saham (RUPS) pada hari Senin, 8 Juni 2026. Salah satu mata acara penting dalam RUPS tersebut adalah perombakan susunan direksi dan komisaris. Namun, belum ada kejelasan tentang nasib Silmy Karim sebagai komisaris TLKM.
TLKM telah menegaskan bahwa kasus yang menjerat Silmy Karim tidak memiliki kaitan dengan tugasnya sebagai komisaris perseroan. Perseroan juga memastikan bahwa kasus tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kelangsungan usaha perusahaan.
KPK telah menetapkan delapan orang tersangka, termasuk Silmy Karim, atas dugaan tindak pidana pemerasan dan gratifikasi pengurusan izin tinggal WNA. Penyidik KPK telah menyita sejumlah barang bukti dari rumah Silmy Karim, termasuk sejumlah kendaraan, perhiasan, dan uang dalam mata uang rupiah dan valuta asing.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan oleh KPK. Sementara itu, TLKM terus menjalankan operasional bisnisnya secara normal dan tidak terdampak oleh kasus yang menjerat Silmy Karim.
Untuk saat ini, masyarakat masih menunggu perkembangan kasus ini dan bagaimana KPK akan menindaklanjuti penyelidikan dan penyidikan terhadap Silmy Karim dan para tersangka lainnya.
