Geger di Sleman: Mayat Mahasiswa Jepara Ditemukan Terkubur dalam Mobil Honda BRV

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 April 2026 | Tim redaksi melaporkan bahwa pada Minggu pagi, 12 April 2026, sebuah mobil Honda BRV berwarna hijau mutiara terparkir di Balai Padukuhan Pojok Tiyasan, Condongcatur, Depok, Sleman, menjadi saksi bisu penemuan mayat pria berusia 29 tahun. Warga yang sedang melakukan kerja bakti menurunkan pasir secara sukarela mendengar bau menyengat saat hendak memindahkan kendaraan tersebut. Setelah mendekat, mereka menemukan seorang pria tergeletak di kursi belakang, mengenakan kaus lengan pendek hitam dan celana pendek abu‑abu.

Korban diidentifikasi sebagai Aushof Al Baits, mahasiswa asal Jepara, Jawa Tengah, yang diketahui menghilang sejak 5 Maret 2026. Menurut keterangan keluarga, Al Baits meninggalkan rumah saudaranya pada hari Kamis, 5 Maret, sekitar pukul 07.25 WIB, dan terekam dalam CCTV meninggalkan area tersebut dengan mengendarai mobil Honda BRV berwarna sand khaki pearl hijau mutiara. Sejak saat itu, nomor telepon serta akun WhatsAppnya tidak dapat dihubungi, dan ia tidak membawa KTP maupun SIM karena dompetnya tertinggal di rumah.

Setelah temuan jenazah, warga langsung melaporkan kejadian kepada petugas Polsek Depok Timur serta tim forensik Inafis Polresta Sleman. Pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim forensik RS Bhayangkara Polda DIY menyatakan tidak terdapat tanda‑tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, ditemukan lebam berwarna merah cerah pada bagian tubuh yang mengindikasikan kemungkinan keracunan gas. Waktu kematian diperkirakan berada dalam rentang 15 hingga 37 hari sebelum penemuan, mengingat tubuh berada dalam ruang tertutup mobil selama kurun waktu tersebut.

Kasus ini menambah daftar misteri kematian mendadak di Yogyakarta yang belakangan ini menjadi sorotan publik. Meskipun tidak ada bukti fisik yang mengarah pada tindakan kriminal, penyelidikan masih terus digali untuk mengungkap penyebab pasti kematian. Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka masih memeriksa jejak‑jejak digital korban, termasuk riwayat telepon, serta menelusuri kemungkinan hubungan dengan pihak lain yang mungkin memiliki motif tersembunyi.

Polresta Sleman melalui Kasubdit Humas, Iptu Argo Anggoro, menyampaikan bahwa tim forensik telah melakukan autopsi lengkap di RS Bhayangkara. Hasil sementara menunjukkan tidak ada luka tusuk, tembus, maupun cedera mekanis. Fokus penyelidikan beralih pada kemungkinan keracunan atau kondisi medis yang dapat menyebabkan kematian mendadak, mengingat adanya lebam merah yang konsisten dengan paparan gas beracun.

Sejumlah saksi warga mengingat mobil tersebut telah lama berada di lokasi parkir yang sering dipakai masyarakat sekitar. Jono, salah satu warga yang pertama kali menemukan bau menyengat, menjelaskan bahwa mobil itu tampak “gelap” karena kaca depan berwarna pekat, sehingga tidak mencolok. Ia menambahkan bahwa pada bulan sebelumnya, mobil tersebut tidak pernah menimbulkan kecurigaan apa pun.

Pihak kepolisian juga menelusuri riwayat akademik dan kegiatan sosial korban. Al Baits merupakan mahasiswa aktif di sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta, namun belum ada informasi resmi mengenai jurusan atau kegiatan organisasi yang diikuti. Keluarga korban berharap penyelidikan dapat memberikan kejelasan dan menutup misteri yang selama ini menimbulkan kecemasan.

Kasus penemuan mayat dalam mobil ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap bau tak biasa dan segera melaporkan temuan mencurigakan kepada otoritas. Warga diharapkan tetap melaporkan segala indikasi yang dapat mengarah pada potensi bahaya, terutama di area publik yang sering menjadi tempat kerja bakti atau aktivitas komunitas.

Hingga kini, penyelidikan masih berjalan dan otoritas menunggu hasil akhir otopsi serta analisis laboratorium untuk memastikan penyebab kematian. Keluarga Al Baits meminta doa dan dukungan moral, serta menuntut keadilan jika terbukti adanya unsur kriminal. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan laporan lanjutan secepatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *