PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 17 Agustus 2026 | Kematian Sutrimo, mantan pegawai eks Jampidsus Febrie Adriansyah, masih menyisakan banyak pertanyaan bagi keluarganya. Salah satu persoalan yang kini menjadi perhatian bukan hanya mengenai penyebab kematian, tetapi juga keberadaan barang-barang pribadi milik Sutrimo yang belum kembali kepada keluarga.
Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, bahkan mendatangi rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah di wilayah Jakarta Selatan pada Jumat (14/8/2026) untuk mencari sejumlah barang pribadi yang disebut masih belum diterima keluarga. Barang yang dicari antara lain ponsel, dompet, pakaian, serta surat atau dokumen kependudukan milik Sutrimo.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Saat Aan datang, tidak ada orang di rumah Febrie sehingga barang-barang yang dicari belum dapat diperoleh. Aan mengatakan, keluarga mengetahui sejumlah barang milik Sutrimo berada di rumah Febrie. Karena itu, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya berupaya mengambil kembali barang-barang tersebut.
Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mohammad Choirul Anam, memberikan penegasan mengenai pentingnya pengamanan barang bukti HP Sutrimo untuk mengungkap penyebab kematian. Menurutnya, HP bisa menyimpan jejak komunikasi penting yang dapat merekonstruksi peristiwa sebelum korban meninggal dunia.
Choirul Anam turut menyoroti dinamika pergerakan Sutrimo sebelum ditemukan wafat, termasuk soal kepulangannya ke Banyumas hingga pemanggilan mendadak untuk kembali ke Jakarta. Seluruh teka-teki mengenai siapa yang mengarahkan pergerakan Sutrimo ini dinilainya bisa terekam dalam data digital HP tersebut.
Keluarga Sutrimo meyakini bahwa barang-barang pribadi milik Sutrimo masih berada di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah di wilayah Jakarta Selatan. Hal itu disampaikan oleh kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, saat mendatangi rumah Febrie pada Jumat (14/8/2026) guna mencari barang-barang pribadi milik Sutrimo yang belum kembali.
Penyidikan kasus kematian Sutrimo terus menyita perhatian publik, seiring mencuatnya berbagai kejanggalan di balik peristiwa tersebut. Salah satu sorotan utama fokus pada keberadaan ponsel atau HP milik almarhum Sutrimo yang hingga kini belum ditemukan.
Publik pun mempertanyakan, seberapa krusial keberadaan ponsel tersebut dalam membuka misteri penyebab pasti kematian Sutrimo? Komisioner Kompolnas Choirul Anam memberikan penegasan mengenai pentingnya pengamanan barang bukti HP Sutrimo tersebut.
Menurutnya, HP bisa menyimpan jejak komunikasi penting yang dapat merekonstruksi peristiwa sebelum korban meninggal dunia. Lebih lanjut, Choirul Anam turut menyoroti dinamika pergerakan Sutrimo sebelum ditemukan wafat, termasuk soal kepulangannya ke Banyumas hingga pemanggilan mendadak untuk kembali ke Jakarta.
Seluruh teka-teki mengenai siapa yang mengarahkan pergerakan Sutrimo ini dinilainya bisa terekam dalam data digital HP tersebut. Dengan demikian, pencarian HP Sutrimo menjadi salah satu kunci untuk mengungkap misteri di balik kematian Sutrimo.
Kesimpulan, kematian Sutrimo masih menyisakan banyak pertanyaan dan kejanggalan. Keluarga Sutrimo berupaya mengambil kembali barang-barang pribadi milik Sutrimo yang belum kembali, termasuk HP yang diyakini dapat membuka misteri penyebab pasti kematian Sutrimo.
