PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 20 Juli 2026 | Belakangan ini, isu tentang kendaraan bermotor listrik telah menjadi sorotan di kalangan masyarakat. Salah satu contoh yang menarik perhatian adalah mobil listrik Geely EX2 berwarna pink yang viral di media sosial. Video yang menunjukkan mobil tersebut tetap melaju di jalurnya saat iring-iringan kendaraan dengan pengawalan melintas di jalan tol, memicu perdebatan di kalangan warganet.
Geely EX2 sendiri merupakan salah satu mobil listrik yang mulai mendapat perhatian di pasar Indonesia. Model ini mengusung desain kompak yang ditujukan untuk penggunaan di kawasan perkotaan dan menjadi salah satu pilihan kendaraan listrik dengan harga yang relatif terjangkau. Bahkan, Geely EX2 masuk dalam daftar mobil listrik terlaris di Indonesia, dengan distribusi sebanyak 1.395 unit pada Mei 2026.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan seluruh armada transportasi umum di ibu kota menggunakan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) pada 2030. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengurangi emisi gas buang sekaligus mendukung terciptanya sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan proses transisi menuju kendaraan listrik dilakukan secara bertahap, dengan target jangka menengah menghadirkan 10.000 unit armada transportasi umum berbasis listrik pada 2027.
Upaya ini juga didukung oleh peluncuran motor listrik VinFast di Indonesia, yang menawarkan skema kepemilikan daya yang fleksibel, mulai dari sistem berlangganan hingga kepemilikan baterai secara penuh. CEO VinFast E-Motorcycle Indonesia, Yordan Satriadi, menjelaskan bahwa terdapat tiga skema pembelian utama, dengan opsi dua baterai disediakan bagi pengguna yang menginginkan performa maksimal.
Namun, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai bahwa pembuatan motor listrik murni buatan Indonesia masih belum realistis untuk diwujudkan dalam jangka pendek. Hal ini disebabkan oleh ketergantungan pada komponen impor, seperti sel baterai dan magnet permanen berbasis tanah jarang.
Meskipun demikian, upaya menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan terus dilakukan. Pemerintah dan pelaku industri terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengurangi emisi gas buang dan meningkatkan penggunaan kendaraan listrik. Dengan demikian, diharapkan bahwa Indonesia dapat menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa kendaraan bermotor listrik merupakan salah satu solusi untuk mengurangi emisi gas buang dan meningkatkan kualitas udara. Dengan upaya yang terus-menerus dari pemerintah dan pelaku industri, diharapkan bahwa Indonesia dapat mencapai target menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan pada 2030.
