VinFast Siap Menggebrak dengan Merek Dagang Baru, EVO dan Viper

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 01 Juli 2026 | Perusahaan otomotif asal Vietnam, VinFast, baru saja mendaftarkan merek dagang EVO dan Viper, yang sebelumnya identik dengan Mitsubishi Lancer Evolution dan Dodge. Langkah ini menimbulkan spekulasi besar tentang strategi branding VinFast di masa depan. VinFast, yang dikenal sebagai produsen kendaraan listrik, tampaknya ingin keluar dari pola penamaan lamanya dan memperluas portofolio produknya.

Menurut laporan, pendaftaran merek dagang ini terungkap pada pertengahan 2026. Meskipun belum ada pengumuman resmi tentang produk yang akan menggunakan nama EVO atau Viper, langkah ini langsung memicu diskusi di kalangan penggemar otomotif karena kedua nama tersebut sudah memiliki sejarah panjang di dunia mobil sport.

Baca juga:

Nama-nama baru ini kemungkinan besar akan digunakan di Vietnam, pasar utama VinFast, terutama untuk lini skuter listrik. VinFast juga mendaftarkan nama-nama unik lain seperti Subab, Saxil, Sulad, Kyo, Surad, Flaxx, Sadie, Kinet, Rasad, Sudub, dan Feliz II, menunjukkan bahwa perusahaan sedang menyiapkan portofolio produk baru, termasuk skuter listrik generasi berikutnya.

Sementara itu, pemerintah Indonesia kembali mengundur implementasi insentif kendaraan listrik yang semula diproyeksikan mulai berlaku pada Juni 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan bahwa penundaan dilakukan karena sejumlah persiapan teknis dinilai belum sepenuhnya siap.

Baca juga:

Pembahasan terkait jadwal implementasi insentif tersebut masih berlangsung. Pemerintah sebelumnya telah mengumumkan rencana pemberian stimulus bagi pembelian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, mencakup mobil listrik maupun sepeda motor listrik. Kebijakan tersebut pertama kali disampaikan pada Mei 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong percepatan adopsi kendaraan rendah emisi.

Dalam tahap awal pelaksanaannya, pemerintah menyiapkan kuota insentif bagi 100.000 unit kendaraan listrik. Kendati demikian, jumlah tersebut tidak bersifat final karena pemerintah membuka kemungkinan penambahan kuota apabila permintaan pasar meningkat lebih cepat dari perkiraan.

Baca juga:

Penundaan implementasi insentif kendaraan listrik ini tentu akan berdampak pada industri otomotif di Indonesia, terutama bagi produsen kendaraan listrik seperti VinFast. Namun, dengan strategi branding yang baru dan agresif, VinFast siap untuk menggebrak pasar Indonesia dan meningkatkan penjualan kendaraan listriknya.

Kesimpulan, VinFast siap untuk memperluas portofolio produknya dengan merek dagang baru, EVO dan Viper, serta memperluas pangsa pasarnya di Indonesia. Sementara itu, penundaan implementasi insentif kendaraan listrik oleh pemerintah Indonesia akan berdampak pada industri otomotif, namun VinFast siap untuk menghadapi tantangan ini dengan strategi branding yang baru dan agresif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *