PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 02 Juni 2026 | Puasa Dzulhijjah adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Keutamaan puasa ini telah ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari, yang menyatakan bahwa tidak ada hari di mana amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
Pertanyaan yang kerap muncul di kalangan umat Islam adalah apakah puasa Dzulhijjah bisa digabung dengan puasa lainnya. Jawaban atas pertanyaan ini penting dibahas mengingat keutamaan puasa Dzulhijjah yang luar biasa. Di sisi lain, banyak pula yang sudah rutin menjalankan puasa sunnah, misalnya puasa Senin-Kamis dan Daud, sehingga tak ingin memutus keistiqamahannya.
Menurut pandangan ulama, puasa Dzulhijjah dapat digabung dengan puasa lainnya, tetapi harus memperhatikan beberapa hal. Pertama, puasa Dzulhijjah harus dilakukan dengan niat yang tulus dan ikhlas, bukan hanya sebagai tambahan dari puasa lainnya. Kedua, harus memastikan bahwa puasa Dzulhijjah tidak mengganggu keistiqamahan puasa lainnya.
Selain itu, ada beberapa contoh materi ceramah bulan Dzulhijjah yang dapat digunakan sebagai referensi. Contoh materi ceramah tersebut antara lain membahas tentang keutamaan bulan Dzulhijjah, cara memperbanyak amal shalih di bulan tersebut, dan pentingnya menjalankan puasa Dzulhijjah dengan niat yang tulus.
Landasan utama keutamaan bulan mulia ini termaktub dalam firman Allah Surah Al-Fajr ayat 1-2, yang artinya: “Demi fajar. Dan malam yang sepuluh.” Ayat ini eksplisit menegaskan sumpah Allah terhadap kemuliaan Dzulhijjah. Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim menjelaskan pandangan mayoritas ulama, yang menerangkan bahwa frasa tersebut murni merujuk pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
Dalam menjalankan puasa Dzulhijjah, umat Islam harus memperhatikan beberapa hal, seperti memastikan niat yang tulus, menjalankan puasa dengan istiqamah, dan memperbanyak amal shalih. Dengan demikian, puasa Dzulhijjah dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Kesimpulan dari pembahasan ini adalah bahwa puasa Dzulhijjah adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, dan dapat digabung dengan puasa lainnya dengan memperhatikan beberapa hal. Dengan menjalankan puasa Dzulhijjah dengan niat yang tulus dan istiqamah, umat Islam dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
