Muharram: Momentum Meningkatkan Ketakwaan dan Keutamaan Puasa Asyura

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 29 Juni 2026 | Bulan Muharram merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam yang penuh keberkahan dan kesempatan memperbanyak amal saleh. Pada momentum istimewa ini, umat Islam dianjurkan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, sedekah, dan kepedulian sosial.

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah memuliakan dan menyantuni anak yatim. Muharram bukan sekadar penanda pergantian waktu, tetapi bulan yang memiliki keutamaan besar karena termasuk dalam deretan bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.

Baca juga:

Pergantian tahun ini mengingatkan bahwa jatah usia manusia di dunia terus berkurang, sehingga setiap detik yang berlalu harus diisi dengan amal kebaikan, taubat, dan usaha untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Khutbah Jumat ini menekankan bahwa Muharram adalah panggilan dari langit agar umat Islam menata ulang arah hidup.

Hijrah sejati bukan hanya berpindah tempat, melainkan berpindah dari kelalaian menuju kesadaran, dari kebiasaan buruk menuju akhlak yang lebih baik. Bulan Muharram menjadi kesempatan untuk memperbaiki niat, meninggalkan sifat pesimis dan malas, serta membangun pribadi yang taat, jujur, dan peduli.

Baca juga:

Keutamaan Hari Asyura juga menjadi bagian penting dari khutbah Jumat. Hari Asyura adalah hari yang istimewa dalam sejarah Islam, di mana Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa as. dan kaumnya dari kejaran Firaun. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah, Nabi Musa berpuasa pada hari itu.

Rasulullah SAW juga berpuasa Asyura dan menganjurkan umat Islam untuk melaksanakannya. Puasa Asyura memiliki keutamaan yang besar, di antaranya menghapus dosa-dosa setahun yang lalu. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh pada hari tersebut.

Baca juga:

Di samping itu, khutbah Jumat juga menekankan pentingnya memanfaatkan waktu dengan amal saleh. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”

Dengan demikian, Muharram bukan hanya awal kalender hijriah, tetapi juga awal perjalanan spiritual menuju kehidupan yang lebih berkah. Umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal saleh, sehingga dapat meraih keberkahan hidup di dunia dan akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *