Rebo Wekasan 2026: Tradisi dan Amalan untuk Tolak Bala

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 Agustus 2026 | Rebo Wekasan merupakan tradisi yang dikenal di sejumlah daerah di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat Jawa dan Sunda. Tradisi ini dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah. Dalam pelaksanaannya, masyarakat biasanya mengisinya dengan doa, zikir, selamatan, salat, sedekah, silaturahmi, hingga berbagai ritual yang dimaknai sebagai ikhtiar untuk memohon keselamatan dan perlindungan dari musibah.

Rebo Wekasan juga dikenal dengan sejumlah nama lain, seperti Rebo Kasan dan Rebo Pungkasan. Istilah Rebo Wekasan berasal dari bahasa Jawa, di mana kata “rebo” berarti Rabu, sedangkan “wekasan” berarti akhir atau penutup. Karena itu, secara sederhana Rebo Wekasan berarti Rabu terakhir atau Rabu penutup dalam bulan Safar.

Baca juga:

Salah satu amalan utama pada pagi hari Rebo Wekasan adalah mendirikan Shalat Sunah Muthlaq sebanyak 4 rakaat dengan 2 kali salam. Niat shalat sunah muthlaq lillahi ta’ala. Setelah melaksanakan salat, umat Islam dapat memanjatkan doa untuk memohon perlindungan Allah SWT dari berbagai bahaya, musibah, dan keburukan.

Rebo Wekasan tidak hanya dilaksanakan di Jawa, tetapi juga di daerah lain seperti Aceh, Banten, dan Kalimantan Selatan. Di setiap daerah, tradisi ini memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Misalnya, di Yogyakarta, Rebo Wekasan dikenal sebagai Rebo Pungkasan dan salah satu puncak tradisinya berupa arak-arakan lemper raksasa yang kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Baca juga:

Di luar tradisi Rebo Wekasan, ada juga kegiatan lain yang berlangsung di Indonesia, seperti turnamen sepak bola putri U-16 yang digelar di Kudus. Turnamen ini diikuti oleh delapan timnas putri U-16 dari Indonesia dan negara-negara lain, seperti Arab Saudi, Yordania, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Hong Kong.

Sementara itu, di Cirebon, Nesya Aulia, siswi SMAN 2 Kota Cirebon, menjadi salah satu calon Paskibraka Kota Cirebon yang tengah digembleng menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Nesya mengaku bahwa keinginannya mengikuti seleksi Paskibra bukan muncul secara tiba-tiba, tetapi sudah tumbuh sejak dirinya duduk di bangku SMP dan mulai mengenal kegiatan Paskibra.

Baca juga:

Dalam menghadapi Rebo Wekasan, umat Islam dianjurkan untuk melakukan berbagai amalan ibadah sebagai bentuk ikhtiar batin untuk memohon perlindungan. Dengan melakukan shalat sunah, membaca doa, dan berbagai amalan lainnya, diharapkan umat Islam dapat memperoleh perlindungan dari Allah SWT dan terhindar dari berbagai musibah dan bala.

Kesimpulan, Rebo Wekasan merupakan tradisi yang kaya akan makna dan nilai-nilai spiritual. Dengan melaksanakan berbagai amalan ibadah dan ritual, umat Islam dapat memperoleh perlindungan dari Allah SWT dan memohon keselamatan dari berbagai musibah dan bala. Dalam menjalankan tradisi ini, penting untuk memahami makna dan tujuan di baliknya, serta melaksanakannya dengan ikhlas dan penuh kesadaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *