PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 Mei 2026 | Pertandingan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung di pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 berakhir dengan tensi tinggi. Meskipun demikian, kapten Persija, Rizky Ridho, dan gelandang Persib, Beckham Putra, menegaskan bahwa hubungan mereka tetap baik.
Rizky Ridho mengakui bahwa ada insiden kecil yang terjadi selepas pertandingan, namun menegaskan bahwa semuanya sudah selesai dan tidak memengaruhi hubungan antarpemain. Ia juga menyatakan kesiapan menerima konsekuensi hukum dari pihak otoritas liga Indonesia.
Beckham Putra juga ikut memberikan respons dengan mengirim emoji hati berwarna biru dan merah sebagai simbol persahabatan di tengah rivalitas dua klub besar Indonesia. Warna biru sendiri identik dengan Persib Bandung, sementara merah menjadi warna kebanggaan Persija Jakarta.
Manajemen Persib Bandung juga menyatakan keprihatinan atas rentetan kejadian yang terjadi setelah pertandingan. Mereka menegaskan bahwa rivalitas dalam pertandingan tidak seharusnya berujung pada aksi kekerasan maupun intimidasi di luar lapangan.
Beberapa kejadian yang menjadi perhatian Persib di antaranya adalah insiden di lapangan yang melibatkan Beckham Putra, gangguan dan intimidasi yang diterima rombongan tim saat perjalanan kepulangan melalui Bandara Sepinggan Balikpapan, serta sejumlah insiden yang menimpa masyarakat dan bobotoh di beberapa daerah.
Persib juga menerima laporan terkait dugaan perusakan terhadap salah satu restoran Sunda di Kota Samarinda, insiden kekerasan yang menimpa seorang pemuda berusia 15 tahun di Kuningan, Jawa Barat, pengeroyokan terhadap tiga bobotoh di Sukabumi yang menyebabkan korban mengalami luka-luka, serta insiden yang menimpa seorang bobotoh di Majalengka akibat aksi pelemparan benda keras saat kegiatan nonton bareng berlangsung.
Duka sedalam lautan juga disampaikan Persib atas berpulangnya seorang remaja berusia 15 tahun di Karawang yang sebelumnya berpamitan kepada keluarganya untuk menonton pertandingan Persib kontra Persija.
Kesimpulan dari kejadian ini adalah bahwa pertandingan sepak bola seharusnya tidak berakhir dengan kekerasan dan intimidasi. Rivalitas dalam pertandingan seharusnya tetap berada di dalam lapangan dan tidak berujung pada aksi kekerasan di luar lapangan.
