PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 06 Mei 2026 | Bek muda Timnas Indonesia U-17, Mathew Baker, menegaskan bahwa skuad Garuda Muda memiliki peluang besar untuk lolos ke Piala Dunia U-17 2026. Pernyataan itu disampaikan menjelang fase kualifikasi Asia yang dimulai pada pekan ini, menambah kepercayaan diri para pemain sekaligus menambah antusiasme publik sepakbola tanah air.
Baker, yang berusia 16 tahun dan merupakan pemain paling berpengalaman di antara rekan-rekannya setelah berpartisipasi di Piala Asia U-17 2025, menyoroti tiga faktor utama yang menjadi keunggulan tim: disiplin taktis, keberanian menekan lawan ketika kehilangan bola, serta solidaritas antar pemain. “Kami memiliki kemampuan untuk menguasai permainan dan menciptakan peluang. Kami disiplin dan berani menekan ketika kehilangan bola. Jadi, saya percaya kami mempunyai peluang yang sangat bagus untuk lolos ke Piala Dunia,” ujarnya dengan keyakinan yang tinggi.
Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto, yang memimpin tim sejak awal tahun, menekankan pentingnya fokus pada tugas masing‑masing pemain. Menurutnya, pendekatan kolektif yang mengedepankan kerja keras dan kebersamaan menjadi landasan utama dalam menghadapi grup B yang berisi China, Jepang, dan Qatar. “Setiap pemain harus memahami perannya, baik dalam menyerang maupun bertahan. Tekanan kompetisi memang tinggi, tetapi kami telah mempersiapkan mental dan taktik yang tepat,” kata Kurniawan dalam konferensi pers pra‑pertandingan.
Jadwal pertandingan grup B dijadwalkan sebagai berikut:
- Selasa, 5 Mei 2026 – Indonesia vs China (23.30 WIB)
- Sabtu, 9 Mei 2026 – Indonesia vs Qatar (22.00 WIB)
- Selasa, 12 Mei 2026 – Indonesia vs Jepang (23.00 WIB)
Delapan tim terbaik dari turnamen ini akan melaju ke Piala Dunia U-17 2026 yang akan digelar di Qatar.
Prestasi Timnas Indonesia U-17 pada kompetisi sebelumnya memberikan optimism yang kuat. Pada Piala Asia U-17 2025, Indonesia berhasil menembus fase semifinal berkat kontribusi Baker dalam kemenangan 2‑1 atas Honduras. Keberhasilan tersebut menandai pertama kalinya timnas meraih hasil signifikan di level kontinental, memperkuat keyakinan bahwa tim kini siap melaju ke panggung dunia.
Analisis para pengamat menilai bahwa meski grup B tergolong sulit, Indonesia memiliki peluang realistis. China dan Jepang dikenal memiliki infrastruktur sepakbola yang kuat, sementara Qatar akan bermain di kandang sendiri. Namun, kekompakan yang ditunjukkan Indonesia dalam sesi latihan, serta kemampuan mengeksekusi serangan cepat, dapat menjadi senjata utama. Selain itu, kebijakan seleksi pemain berbasis merit yang diterapkan oleh Kurniawan menambah kedalaman skuad, memberi peluang bagi pemain muda lainnya untuk bersaing di level internasional.
Dalam upaya memaksimalkan peluang, tim teknis juga menyiapkan strategi khusus untuk mengatasi tekanan lawan. Pendekatan pressuring tinggi saat kehilangan bola diharapkan dapat memaksa lawan melakukan kesalahan, sementara transisi cepat menjadi peluang utama untuk mencetak gol. Baker menambahkan, “Kami tidak takut kalah, tetapi kami tidak akan menyerah. Setiap kali kami kehilangan bola, kami akan langsung menekan kembali untuk merebut kembali penguasaan.”
Jika Indonesia berhasil menempati salah satu dari dua posisi otomatis atau menjadi salah satu tim terbaik di antara runner‑up grup, tiket ke Piala Dunia U-17 2026 akan menjadi buah manis hasil kerja keras dan disiplin. Harapan besar ini tidak hanya menjadi motivasi bagi pemain, tetapi juga bagi seluruh ekosistem sepakbola Indonesia yang terus berupaya meningkatkan standar kompetisi sejak tingkat usia dini.
Dengan semangat disiplin, keberanian, dan kebersamaan, Timnas Indonesia U-17 siap menorehkan sejarah baru dalam ajang kualifikasi. Semua mata kini tertuju pada tiga laga krusial yang akan menentukan nasib mereka di panggung dunia.
