Drama Balap di Jerez: Veda Ega Pratama Meroket dari Posisi 17 ke Puncak Enam Besar Moto3 Spanyol

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 27 April 2026 | Balapan Moto3 kejuaraan dunia pada akhir pekan 26 April 2026 di Sirkuit Jerez – Ángel Nieto menjadi saksi penampilan luar biasa pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Memulai balapan dari grid ke-17, ia berhasil menembus zona depan dan mengakhiri lomba di posisi keenam, menambah total poinnya menjadi 37 poin dalam klasemen sementara.

Sejak lampu start menyala, Veda langsung memperlihatkan agresivitas yang terukur. Pada lap pertama ia berhasil menembus tiga posisi, menempatkan dirinya di urutan ke-14. Gerakan tersebut tidak lepas dari strategi tim Honda Team Asia yang menyiapkan setelan ban dan suspensi khusus untuk kondisi lintasan yang teknis. Selama tiga lap berikutnya, Veda terus mengincar celah di antara grup terdepan dan berhasil mencapai posisi ke-10.

Baca juga:

Persaingan di Moto3 Jerez terbagi menjadi dua kelompok utama. Grup pertama dipimpin oleh Maximo Quiles (CFMoto Aspar Team) yang memegang pole position dan menguasai ritme balapan sejak awal. Di sisi lain, Veda berjuang bersama pembalap lain seperti Alvaro Carpe, Adrian Fernandez, dan David Munoz untuk merebut posisi lima hingga enam. Duel sengit antara Veda dan Carpe pada lap ke-13 hingga akhir balapan menjadi sorotan, dengan jarak akhir hanya 0,101 detik.

Berikut rekap singkat hasil balapan utama:

Posisi Pembalap Tim Waktu Poin
1 Maximo Quiles CFMoto Aspar Team 33:23.556 25
2 Adrian Fernandez Leopard Racing +1.991 20
3 David Munoz Liqui Moly Dynavolt Intact GP +2.009 16
4 Marco Morelli Team +2.345 13
5 Alvaro Carpe Team +2.678 11
6 Veda Ega Pratama Honda Team Asia +2.779 10

Penampilan Veda tidak hanya meningkatkan poin pribadi, tetapi juga menguatkan posisi Honda Team Asia dalam kompetisi. Pada sesi kualifikasi, Veda mengalami insiden high‑side yang mengakibatkan start dari barisan belakang. Namun, kemampuan recovery yang ditunjukkan dalam balapan utama membuktikan mental baja sang pembalap berusia 17 tahun.

Baca juga:

Setelah balapan, Veda mengungkapkan rasa puas sekaligus keinginan untuk terus memperbaiki performa. Ia menyebutkan adanya penurunan grip pada ban belakang menjelang akhir lomba, yang membuatnya harus menyesuaikan kecepatan agar tidak kehilangan kontrol. “Balapan ini sangat positif bagi saya. Saya berhasil bergabung dengan kelompok 10 besar sejak awal, mengatur balapan langkah demi langkah, dan tetap konsisten,” ujar Veda dalam pernyataan resmi tim.

Sementara itu, kemenangan Maximo Quiles menegaskan dominasinya di seri ini. Dengan catatan waktu 33 menit 23,556 detik untuk 19 lap, ia menciptakan jarak yang cukup lebar dari pesaing terdekat. Kedua pembalap lainnya, Adrian Fernandez dan David Munoz, bersaing ketat pada tiga lap terakhir, namun tidak mampu menutup selisih yang diciptakan Quiles.

Klasemen sementara Moto3 kini menunjukkan persaingan yang semakin ketat. Maximo Quiles memimpin dengan 90 poin, diikuti Alvaro Carpe (53 poin), Adrian Fernandez (49 poin), Valentin Perrone (47 poin), Marco Morelli (45 poin), dan Veda Ega Pratama yang kini berada di posisi keenam dengan 37 poin. Selisih poin yang cukup besar masih memberi ruang bagi Veda untuk menutup jarak, terutama bila ia dapat mempertahankan konsistensi dan menambah podium pada seri berikutnya.

Baca juga:

Dukungan fanbase Indonesia juga terlihat kuat. Acara nonton bareng MotoGP yang diselenggarakan oleh Red Bull Blue and Silver bekerjasama dengan SPOTV Now menarik ratusan penonton di Jakarta, menambah semangat bagi Veda dan pembalap Indonesia lainnya. Antusiasme ini mencerminkan kebanggaan nasional terhadap prestasi pembalap muda yang mampu bersaing di panggung internasional.

Ke depan, jadwal Moto3 selanjutnya akan berlangsung di Bugatti Circuit, Le Mans pada 8‑10 Mei 2026. Veda menargetkan peningkatan performa, terutama dalam mengelola ban dan menjaga kecepatan di tikungan terakhir. Jika tren positif ini berlanjut, peluangnya untuk menembus podium atau bahkan meraih kemenangan semakin terbuka lebar.

Secara keseluruhan, aksi Veda Ega Pratama di Jerez menunjukkan kombinasi kecepatan, strategi, dan mentalitas juara. Dari start ke‑17 hingga finis keenam, ia membuktikan bahwa ketekunan dan kerja keras dapat mengatasi keterbatasan awal. Pengalaman ini menjadi batu loncatan penting bagi kariernya di Moto3 World Championship dan menambah harapan bagi generasi pembalap Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *