PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 April 2026 | Pertandingan pekan ke-34 Serie A yang digelar pada 27 April 2026 di Unipol Domus, Cagliari, berakhir dengan skor 3-2 menguntungkan tim tuan rumah. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting bagi Cagliari, tetapi juga menegaskan upaya mereka untuk mengamankan posisi di zona aman pada akhir musim.
Sejak peluit awal, Cagliari menunjukkan pola permainan agresif. Hanya satu menit setelah kickoff, Paul Mendy, penyerang muda berusia 19 tahun, memanfaatkan umpan silang dari Michel Adopo untuk mencetak sundulan pertama, menempatkan Cagliari unggul 1-0. Tekanan terus berlanjut, dan pada menit ke-8, Mendy kembali menambah keunggulan lewat situasi sepak pojok. Bola yang diantisipasi di dalam kotak penalti menemukan kepala Mendy yang melesat ke arah gawang, menjadikan skor 2-0.
Atalanta yang dipimpin oleh Raffaele Palladino berusaha bangkit. Pada menit ke-40, Gianluca Scamacca membuka kembali peluang bagi timnya dengan tembakan keras dari sisi kiri kotak penalti, memperkecil selisih menjadi 2-1. Lima menit kemudian, Scamacca menambah gol keduanya setelah menerima umpan silang dari Giorgio Scalvini pada situasi bola mati, menyamakan kedudukan 2-2 menjelang jeda.
Babak kedua dimulai dengan intensitas tinggi. Gennaro Borrelli, yang masuk sebagai pengganti di menit ke-47, langsung memberikan kontribusi penting. Dengan satu tendangan kaki kanan dari dalam kotak penalti, Borrelli menembus pertahanan Atalanta dan mengembalikan keunggulan Cagliari menjadi 3-2. Gol tersebut menjadi titik balik yang menentukan arah pertandingan.
Setelah gol Borrelli, Atalanta meningkatkan tekanan. Scamacca kembali mencoba menembus pertahanan, kali ini hampir mencetak gol melalui sundulan, sementara Giacomo Raspadori dan Nikola Krstovic menciptakan beberapa peluang berbahaya. Namun, kiper Cagliari, Elia Caprile, tampil gemilang dengan serangkaian penyelamatan krusial yang menahan serangan Atalanta.
Menjelang akhir laga, Atalanta memperoleh beberapa peluang melalui tendangan sudut dan tembakan jarak dekat, namun soliditas lini belakang Cagliari serta ketangguhan Caprile membuat skor tetap tidak berubah. Wasit menambahkan enam menit tambahan, namun hingga peluit panjang berbunyi, Atalanta tak berhasil menyamakan kedudukan.
Pasca pertandingan, pelatih Atalanta Raffaele Palladino mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai bahwa timnya gagal merespons secara efektif setelah kekalahan di Coppa Italia, menambahkan bahwa aspek mental dan persiapan di ruang ganti perlu diperbaiki. Palladino menekankan pentingnya bangkit dan memperbaiki performa di sisa musim.
Di sisi lain, kemenangan ini memberi Cagliari dorongan moral yang signifikan. Dengan tiga poin ini, mereka semakin dekat dengan zona aman, mengurangi tekanan pada pemain-pemain muda seperti Mendy yang berhasil menunjukkan kualitasnya pada panggung Serie A. Penampilan Borrelli sebagai pemain pengganti juga menambah kedalaman skuad.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi serangan Cagliari pada babak pertama, dengan dua gol dalam 10 menit pertama. Atalanta, meskipun sempat menyamakan skor, tidak mampu menahan serangan balik cepat Cagliari di babak kedua. Kedua tim mencatat total tembakan di atas 20 kali, namun akurasi tembakan Cagliari lebih tinggi, tercermin dari tiga gol yang tercipta.
Secara keseluruhan, laga Cagliari vs Atalanta memperlihatkan dinamika Serie A yang penuh kejutan. Kemenangan 3-2 ini tidak hanya mengukir sejarah bagi Cagliari, tetapi juga menegaskan bahwa performa tim dapat berubah drastis dalam hitungan menit. Bagi Atalanta, kekalahan ini menjadi pelajaran penting menjelang sisa musim dan upaya meraih tempat di zona Liga Champions.
