PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 April 2026 | Leeds United mencatat kemenangan bersejarah 2-1 atas Manchester United pada pertandingan pekan ke-33 Premier League di Old Trafford, menandai kemenangan pertama mereka di stadion merah sejak 1981. Di balik gol kemenangan, sorotan utama beralih pada striker Inggris asal Everton, Dominic Calvert-Lewin, yang menjadi pusat kontroversi setelah Lisandro Martinez dari United ditarik rambutnya pada babak kedua.
Permainan dimulai dengan Leeds menguasai area pertahanan United. Pada menit ke-22, Calvert-Lewin melakukan kontak fisik dengan bek kiri United, Leny Yoro, yang berujung pada forearm smash yang menimbulkan perdebatan. Meskipun banyak yang menilai tindakan tersebut cukup agresif, wasit Paul Tierney tidak memberi sanksi apapun, dan gol pembuka Leeds tercipta lewat kombinasi cepat yang melibatkan Calvert-Lewin.
Situasi berubah drastis pada menit ke-56 ketika Martinez, yang sedang mencoba menahan serangan udara Calvert-Lewin, secara tiba-tiba menarik rambut striker tersebut. Insiden tidak langsung terlihat oleh wasit, namun VAR mengintervensi dan menyarankan peninjauan ulang. Setelah meninjau rekaman, Tierney mengeluarkan kartu merah langsung kepada Martinez dengan alasan “violent conduct” karena jelas terlihat ia menarik rambut dengan kekuatan.
Martinez kemudian dijatuhi larangan bermain selama tiga pertandingan, yang mencakup laga melawan Chelsea, Brentford, dan Liverpool. Keputusan tersebut memicu reaksi beragam. Calvert-Lewin, dalam wawancara dengan Premier League Productions, menyatakan bahwa Martinez “sedikit sial” karena pelanggaran rambut tidak seharusnya terjadi, namun ia juga mengakui bahwa dirinya merasakan tarikan yang lebih kuat dibandingkan apa yang terlihat pada tayangan real time.
Di sisi lain, manajer interim Manchester United, Michael Carrick, mengkritik keras keputusan tersebut. Ia menilai bahwa tindakan Martinez tidak cukup agresif untuk mendapatkan kartu merah, terutama mengingat dirinya tidak menerima hukuman atas tindakan serupa pada Calvert-Lewin. Carrick menyebut keputusan tersebut sebagai “sangat mengejutkan” dan menegaskan bahwa klub akan mengajukan banding resmi kepada FA.
Banding United menjadi topik hangat di media. Sejumlah analis, termasuk Howard Webb, mantan kepala ofisial PGMOL, menegaskan bahwa peraturan Premier League menyebutkan bahwa “menarik rambut dengan kekuatan” termasuk dalam kategori violent conduct. Webb menambahkan bahwa meskipun insiden semacam ini jarang terjadi, aturan tersebut sudah jelas dalam panduan resmi musim 2025/26.
Sementara kontroversi berlanjut, performa Calvert-Lewin di lapangan tetap menjadi sorotan positif. Ia menampilkan keberanian fisik yang tinggi, memenangkan duel udara penting, serta melakukan clearance krusial pada menit ke-86 yang menghalangi peluang penyama kedudukan Liverpool. Analisis taktik menunjukkan bahwa meskipun Calvert-Lewin mencatat empat duel udara, ia memanfaatkan tubuhnya sebagai perisai, memberikan tekanan terus-menerus pada pertahanan United.
Para pengamat lain, termasuk Benjamin Sesko, striker muda asal Slovenia, menilai bahwa Calvert-Lewin memberikan contoh bagaimana seorang nomor 9 tradisional harus bermain: agresif, tak kenal takut, dan mampu menciptakan peluang bagi rekan setim. Sesko, yang memiliki postur tinggi, namun sering menunggu bola datang, disarankan untuk menambah intensitas fisik demi meniru keberhasilan Calvert-Lewin.
Kejadian hair pull ini juga menimbulkan perdebatan tentang konsistensi penegakan aturan. Beberapa penggemar berargumen bahwa tindakan serupa oleh pemain lain, seperti forearm smash Calvert-Lewin pada Yoro, tidak mendapat sanksi yang setara, menimbulkan tuduhan bias. Diskusi ini semakin intensif ketika PGMOL merilis pedoman yang menekankan perbedaan antara “force” dan “aggression” serta menegaskan kembali bahwa tindakan menarik rambut dengan kekuatan harus dianggap sebagai pelanggaran berat.
Dengan tiga pertandingan tersisa dalam kompetisi, keputusan banding dapat mempengaruhi peluang Manchester United dalam perburuan tempat di Liga Champions. Jika Martinez tetap harus menjalani sanksi, United harus menyesuaikan formasi pertahanan mereka, terutama mengingat ketidakhadiran Matthijs de Ligt dan kemungkinan sanksi tambahan bagi Harry Maguire.
Secara keseluruhan, pertandingan Leeds vs United tidak hanya menjadi catatan penting dalam sejarah klub, tetapi juga memicu perdebatan mendalam tentang interpretasi aturan, peran VAR, dan pentingnya agresivitas dalam sepak bola modern. Dominic Calvert-Lewin muncul sebagai figur sentral, baik sebagai pemain yang memberikan dampak langsung di lapangan maupun sebagai saksi dalam kontroversi yang menguji batas penegakan disiplin pada level tertinggi liga Inggris.
