Drama Inter vs Como: Comeback Epik Bawa Nerazzurri ke Final Coppa Italia

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 April 2026 | Dalam laga semifinal Coppa Italia yang berlangsung pada Selasa 21 April 2026, Inter Milan menorehkan kemenangan dramatis 3-2 melawan Como 1907. Pertandingan kedua leg ini menjadi sorotan utama setelah babak pertama berakhir 0-0. Inter, yang saat itu memimpin klasemen Serie A, berhasil membalikkan defisit dua gol di babak pertama menambah tekanan pada rival domestik mereka.

Pukulan awal datang dari Martin Baturina pada menit ke-23, yang membuka skor bagi Inter dengan tembakan jarak jauh yang menembus jaring. Namun, balasan cepat dari Como tak lama berselang, ketika kapten mereka Lucas da Cunha menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti pada menit ke-31. Kedua tim kemudian beradu taktik, dengan Inter menekan melalui sayap dan Como berusaha menahan serangan balik.

Baca juga:

Babak kedua menjadi arena aksi heroik Hakan Çalhanoğlu. Pada menit ke-70, Çalhanoğlu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang memaksa kiper Como, Josep Martínez, melakukan penyelamatan berjuang. Tiga menit kemudian, pemain asal Turki tersebut berhasil mengamankan gol balasan lewat sundulan tajam pada menit ke-86, mengembalikan Inter unggul 2-1.

Tak lama setelah itu, pada menit ke-89, Petar Sucic menutup skor dengan kombinasi umpan pendek dari Çalhanoğlu, lalu mengeksekusi tembakan halus yang menembus sudut atas gawang. Gol tersebut menegaskan kemenangan Inter dengan skor akhir 3-2, memastikan tempat mereka di final Coppa Italia yang dijadwalkan pada 13 Mei.

Keberhasilan Inter dalam mengatasi defisit dua gol menambah catatan sejarah klub. Dengan kemenangan ini, Inter mencatatkan diri sebagai tim dengan jumlah final Coppa Italia terbanyak ketiga dalam sejarah, di belakang Juventus dan Roma. Pada tahun 2010, Inter juga berhasil meraih double Serie A dan Coppa Italia, melengkapi treble di bawah asuhan José Mourinho. Saat ini, pelatih pertama tahunannya, Cristian Chivu, yang pernah menjadi pemain dalam tim 2010, menegaskan tekadnya untuk meniru kesuksesan tersebut.

Baca juga:
  • Skor akhir: Inter Milan 3 – 2 Como 1907
  • Penjaga gawang Inter: Samir Handanović
  • Penjaga gawang Como: Josep Martínez (penyelamatan spektakuler)
  • Pencetak gol Inter: Hakan Çalhanoğlu (2), Petar Sucic (1)
  • Pencetak gol Como: Lucas da Cunha (1)

Selain aksi di lapangan, pertandingan ini juga menyoroti strategi pelatih Cristian Chivu. Ia menekankan pentingnya mentalitas comeback, mengingat timnya baru saja kembali mengalahkan Como 4-3 di Serie A minggu sebelumnya. Chivu menambahkan bahwa fokus utama tim kini adalah menutup musim dengan ganda trofi, Serie A dan Coppa Italia.

Statistik tambahan menunjukkan bahwa Inter menguasai 58% penguasaan bola dan mencatat 14 tembakan, sementara Como hanya mencatat 8 tembakan dengan 3 di antaranya tepat sasaran. Keunggulan Inter dalam serangan sayap dan transisi cepat menjadi kunci dalam membalikkan keadaan.

Penampilan Josep Martínez dari Como juga layak diacungi jempol. Kiper Spanyol tersebut menggunakan teknik “butterfly” yang terinspirasi dari penjaga gawang hoki es, menurunkan tubuh dan mengangkat lengan untuk menutupi ruang gawang yang luas. Meskipun ia menyelamatkan beberapa peluang, Inter tetap mampu menembus pertahanan melalui kerja tim dan kreativitas di lini tengah.

Baca juga:

Dengan kemenangan ini, Inter kini menantikan final melawan Lazio pada 13 Mei. Sementara itu, Como harus puas dengan penampilan gigih mereka, yang meski gagal melaju, menunjukkan potensi untuk kembali bersaing di level tertinggi kompetisi domestik.

Secara keseluruhan, pertandingan Inter vs Como menegaskan kembali karakteristik tim Nerazzurri: ketangguhan mental, kemampuan bangkit dari ketinggalan, dan ambisi meraih ganda trofi. Jika Inter dapat mempertahankan performa ini, mereka berpeluang menambah koleksi trofi mereka dan mengukir kembali sejarah di era Cristian Chivu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *