PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 19 April 2026 | Sevilla menjadi saksi laga final Copa del Rey 2025/26 yang menegangkan antara Atletico Madrid dan Real Sociedad pada Sabtu, 18 April 2026. Pertandingan yang digelar di Estadio La Cartuja berakhir dengan skor imbang 2-2 setelah 120 menit, lalu Real Sociedad menjuarai turnamen lewat adu penalti 4-3.
Gol tercepat dalam sejarah final Copa del Rey tercipta pada menit pertama ketika Ander Barrenetxea menanduk bola masuk setelah umpan silang Gonçalo Guedes. Kejutan itu langsung menempatkan Real Sociedad unggul dan mengatur tempo pertandingan sejak awal.
Atletico Madrid membalas cepat lewat Ademola Lookman yang memanfaatkan umpan kreatif Antoine Griezmann pada menit ke-19. Gol tersebut menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan menambah intensitas duel.
Babak pertama berakhir dengan satu gol masing-masing. Di babak kedua, Real Sociedad kembali memimpin lewat penalti hasil tendangan tangan Robin Le Normand. Mikel Oyarzabal mengeksekusi tendangan tersebut pada menit ke-45+1, mengembalikan keunggulan La Real menjadi 2-1.
Tekanan Atletico Madrid semakin keras menjelang akhir laga. Julián Álvarez, yang masuk sebagai pengganti, berhasil mencetak gol penyama pada menit ke-83, memaksa perpanjangan waktu. Kedua tim berjuang keras di extra time, namun tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Setelah 120 menit bermain sama kuat, keputusan beralih ke adu penalti. Real Sociedad memulai dengan Luka Sucic yang mengeksekusi tembakan kaki kiri dengan tegas, diikuti oleh Nico González dari Atletico Madrid yang menebak arah kiper. Pada giliran Real Sociedad, Pablo Marín mengeksekusi tendangan kanan dan mengamankan keunggulan.
Unai Marrero, kiper Real Sociedad, tampil gemilang dengan menyelamatkan tembakan Alexander Sörloth dan Julián Álvarez, keduanya gagal menembus gawang. Keberanian kiper tersebut menjadi faktor kunci dalam kemenangan final.
Dengan hasil 4-3 pada adu penalti, Real Sociedad mencatatkan trofi keempatnya di Copa del Rey. Kemenangan ini juga menandai sejarah penting bagi pelatih asal Amerika Serikat, Pellegrino Matarazzo, yang menjadi manajer pertama dari negara tersebut yang memenangkan trofi utama di Eropa.
Statistik pertandingan menunjukkan kedua tim mencatatkan 6 kartu kuning masing-masing, menandakan intensitas fisik yang tinggi. Selain itu, kehadiran penonton lokal menambah atmosfer dramatis, mengingat rivalitas historis antara kedua klub.
Keberhasilan Real Sociedad menambah catatan positif dalam persaingan head-to-head melawan Atletico Madrid, yang selama ini mencatatkan 80 kemenangan atas 164 pertemuan, namun Real Sociedad kini memimpin dalam catatan Copa del Rey dengan enam kemenangan melawan empat Atletico.
Keempat trofi Copa del Rey ini memperkuat posisi Real Sociedad sebagai salah satu kekuatan tradisional sepak bola Spanyol, sekaligus memberi harapan bagi skuad untuk melaju ke kompetisi Eropa berikutnya. Sementara Atletico Madrid harus kembali mengevaluasi strategi demi memperbaiki performa di liga domestik.
Dengan drama yang berlangsung dari menit pertama hingga adu penalti terakhir, final ini akan dikenang sebagai salah satu laga paling menegangkan dalam sejarah turnamen. Para pendukung Real Sociedad pulang dengan kebanggaan, sementara Atletico Madrid harus menerima kekalahan dengan semangat memperbaiki diri di masa depan.
