PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 22 April 2026 | Leg kedua semifinal Coppa Italia 2025/2026 menyuguhkan aksi menegangkan di dua arena berbeda. Di Milan, Inter Milan berhasil mengatasi defisit dua gol melawan Como 1907 dan mengamankan tempat di final dengan skor 3-2. Sementara itu, duel Atalanta melawan Lazio di Roma berakhir imbang 2-2, menyiapkan laga penentuan yang akan menentukan lawan Inter di panggung akhir.
Inter Milan memulai pertandingan melawan Como dengan tekanan tinggi, namun harus menerima gol pertama dari Martin Baturina pada menit ke-32. Gol kedua datang lewat Lucas Da Cunha pada menit ke-48, menjadikan nerazzurri tertinggal 0-2. Kondisi tersebut memaksa pelatih Cristian Chivu, yang baru pertama kali mengemban tongkat kepelatihan Inter, mengubah taktik menjadi lebih agresif. Pada menit ke-69, Hakan Calhanoglu membuka kembali peluang Inter dengan tembakan dari luar kotak penalti, memotong jarak menjadi 1-2.
Kerja sama antara Calhanoglu dan Petar Sucic menjadi kunci kebangkitan tim. Sucic memberikan umpan terobosan pada menit ke-86, yang kembali dimanfaatkan Calhanoglu untuk mencetak brace, memperkecil selisih menjadi 2-2. Tidak puas dengan hasil imbang, Sucic menutup laga pada menit ke-89 dengan gol penentu kemenangan, mengantarkan Inter Milan menjuarai leg kedua 3-2 dan melaju ke final dengan agregat 3-2, mengingat leg pertama berakhir 0-0 di markas Como.
Sementara di Roma, Atalanta dan Lazio beradu dalam leg pertama yang berakhir dengan skor 2-2. Kedua tim menampilkan serangan cepat dan pertahanan yang rapuh, menciptakan atmosfer penuh ketegangan bagi para pendukung. Leg kedua dijadwalkan pada 23 April 2026 dini hari WIB di Stadion Olimpico, dan hasilnya akan menentukan siapa yang akan menantang Inter Milan di final.
Keberhasilan Inter Milan tidak lepas dari peran penting Hakan Calhanoglu, yang tidak hanya mencetak dua gol, tetapi juga terlibat dalam assist krusial. Sementara itu, Petar Sucic tampil sebagai motor penggerak serangan, memberikan umpan-umpan berbahaya dan menutup laga dengan gol kemenangan. Kedua pemain ini menunjukkan sinergi yang luar biasa, menegaskan ambisi Inter untuk menambah koleksi trofi di bawah asuhan Chivu.
Pelatih Cristian Chivu, mantan bek internasional Italia, kini menapaki jejak legenda seperti Jose Mourinho. Setelah mengamankan tiket final, Chivu menegaskan fokus tim pada penyelesaian gelar Serie A serta Coppa Italia. Secara matematis, Inter hanya membutuhkan empat poin tambahan untuk mengamankan gelar Serie A 2025/2026, mengingat persaingan ketat dengan AC Milan dan Napoli. Jika Inter berhasil menjuarai keduanya, klub akan mengulang prestasi ganda yang terakhir diraih pada musim 2009/2010 di bawah Mourinho.
Dengan final yang akan mempertemukan Inter Milan melawan pemenang antara Atalanta dan Lazio, laga ini diprediksi akan menjadi pertarungan taktis yang menegangkan. Kedua tim memiliki skuad berisi pemain-pemain kelas dunia, dan masing‑masing memiliki motivasi kuat untuk menambah trofi ke dalam lemari. Bagi Inter, final ini menjadi kesempatan untuk menutup musim dengan double, sementara Atalanta atau Lazio berambisi mengangkat piala pertama mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Kesimpulannya, semifinal Coppa Italia 2025/2026 menampilkan drama comeback, taktik cerdas, serta pertarungan mental yang kuat. Inter Milan berhasil menunjukkan ketangguhan mentalnya, sementara Atalanta dan Lazio masih berjuang untuk memastikan tempat di final. Pertandingan penentuan nanti akan menjadi sorotan utama pecinta sepak bola Italia, menjanjikan aksi yang tak terlupakan.
