PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 27 April 2026 | Jerez, Spanyol – Pada Minggu (25/4) sore, pembalap muda berusia 17 tahun Veda Ega Pratama berhasil mengubah nasib buruk menjadi kemenangan moral dengan finis di posisi keenam pada balapan Moto3 di Sirkuit Jerez. Meskipun harus memulai dari grid ke-17 setelah kecelakaan di sesi kualifikasi, sang rider menunjukkan kecepatan, ketangguhan, dan strategi yang luar biasa sehingga berhasil mengumpulkan sepuluh poin penting untuk klasemen.
Start yang solid menjadi kunci awal. Veda langsung meluncur agresif, menembus barisan belakang dan menempati posisi ke-14 pada lap pembuka. Dari sana, ia terus menekan pembalap di depan, mengurangi jarak secara bertahap. Pada lap ke-5, ia berhasil menyalip dua lawan sekaligus dan naik ke posisi ke-10, menandai pergerakan konsisten yang tak terhentikan.
Perjalanan Veda selanjutnya dapat diringkas dalam beberapa momen penting:
- Lap 8-10: Memasuki kelompok pembalap yang bersaing untuk posisi top-10, Veda menunjukkan kemampuan pengereman yang tajam dan pilihan jalur yang tepat.
- Lap 13: Ia menembus posisi lima besar, mengungguli beberapa pembalap berpengalaman dan memperlihatkan kecepatan rata-rata yang kompetitif.
- Lap 18: Ban mulai terasa menipis, namun Veda tetap mempertahankan ritme, meski harus berjuang melawan Alvaro Carpe untuk posisi kelima.
Di lintasan terakhir, Veda terpaksa mengorbankan posisi kelima karena keausan ban, sehingga harus mengakhiri balapan di posisi keenam. Meskipun demikian, hasil ini menjadi pencapaian signifikan mengingat kegagalan meraih poin pada seri sebelumnya di Austin, Amerika Serikat, di mana ia mengalami crash dan harus memulai dari belakang.
Setelah balapan, Veda Ega Pratama memberikan komentar resmi melalui konferensi pers tim Honda Team Asia. Ia mengungkapkan rasa puas atas performa dan menekankan pentingnya poin bagi perjuangan musimnya.
“Ini adalah balapan yang sangat positif bagi saya. Saya melakukan start yang bagus dan dapat langsung bergabung dengan grup yang berjuang di dalam 10 besar. Dari sana saya mengelola balapan selangkah demi selangkah dan tetap konsisten,” ujar Veda. Ia menambahkan, “Jika saya bisa start dari depan, saya yakin bisa fight untuk podium karena pace saya sudah terbukti bagus. Yang penting dapat poin!”
Strategi Veda selama balapan mencerminkan keputusan taktis yang berani. Ia memilih untuk push sejak lap pertama, meskipun menyadari risiko keausan ban di fase akhir. Pendekatan ini membuahkan hasil, karena ia berhasil menyalip total sebelas pembalap sepanjang lomba, sebuah prestasi yang jarang terjadi bagi pembalap yang memulai dari posisi ke-17.
Para analis Moto3 menilai bahwa performa Veda mengindikasikan potensi besar untuk musim ini. Mereka menyoroti kemampuan adaptasi Veda terhadap tekanan dan kecepatan belajar yang cepat, terutama setelah mengalami kecelakaan di Austin. “Veda menunjukkan mentalitas juara. Kemampuannya mengubah start belakang menjadi poin penting menunjukkan bahwa ia siap bersaing di level internasional,” kata seorang komentator motorsport.
Keberhasilan ini juga memberikan dorongan moral bagi tim Honda Team Asia. Tim menilai bahwa Veda kini memiliki landasan yang kuat untuk meningkatkan performa di seri-seri berikutnya, terutama di sirkuit-sirkuit dengan karakteristik teknis yang menantang.
Dengan sepuluh poin yang terkumpul, Veda Ega Pratama naik beberapa posisi dalam klasemen pembalap Moto3. Ia kini berada di posisi yang lebih menguntungkan untuk bersaing pada seri berikutnya, termasuk balapan di Italia dan Inggris yang akan datang. Veda menegaskan tekadnya untuk terus meningkatkan konsistensi dan menargetkan podium pada musim ini.
Secara keseluruhan, balapan di Jerez menjadi bukti nyata bahwa kegagalan di satu sesi tidak menentukan keseluruhan musim. Veda Ega Pratama membuktikan bahwa dengan kerja keras, strategi tepat, dan semangat pantang menyerah, seorang pembalap muda Indonesia dapat menantang pembalap-pembalap dunia dan membawa kebanggaan bagi tanah air.
