Erick Thohir Siapkan Kompetisi Sepak Bola Baru Musim Depan, Apa Nasib Super League?

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 17 April 2026 | Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, menegaskan kembali komitmennya untuk memperkaya kalender kompetisi domestik pada musim 2026/2027. Dalam rapat Exco PSSI bersama I-League yang digelar pada 15 April 2026, ia mengungkapkan rencana peluncuran kompetisi baru yang akan berjalan paralel dengan struktur liga yang sudah ada, mulai dari Super League (kelas 1) hingga Liga 4 (kelas 4).

Erick menyampaikan melalui unggahan resmi di akun Instagramnya bahwa proses pematangan rencana kompetisi baru sudah berada pada tahap lanjutan, meskipun nama dan format pastinya belum diungkapkan. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Super League dan kompetisi turunannya tidak akan dihentikan, melainkan akan tetap menjadi bagian utama dari sistem kompetisi sepak bola Indonesia. “Kami juga tengah mematangkan rencana menggulirkan kejuaraan yang akan berjalan bersamaan dengan liga,” tulis Erick, menambahkan bahwa regulasi kompetisi musim depan akan disetujui lebih awal untuk memastikan pelaksanaan yang terukur, terintegrasi, dan selaras dengan agenda tim nasional.

Baca juga:

Penguatan regulasi menjadi sorotan utama dalam rapat tersebut. PSSI dan I-League sepakat untuk menyelaraskan kalender kompetisi dengan agenda Tim Nasional Indonesia, program organisasi PSSI, serta berbagai event lokal dan internasional. Penyesuaian ini dianggap krusial menjelang partisipasi Timnas Indonesia di AFC Asian Cup 2026 yang akan diselenggarakan di Arab Saudi. Dengan sinkronisasi jadwal, diharapkan tidak ada konflik yang mengganggu kesiapan klub dan pemain dalam kompetisi internasional maupun domestik.

Salah satu inovasi yang mendapat sorotan adalah penerapan Video Assistant Referee (VAR) di Super League dan Championship. Direktur Utama I-League, Ferry Paulus, melaporkan peningkatan kompetitivitas signifikan setelah VAR diterapkan. Dari 243 laga yang telah dimainkan, persentase kemenangan tim tamu naik dari 20 persen menjadi 30 persen, menandakan keputusan yang lebih adil dan mengurangi kontroversi di lapangan. Data tambahan menunjukkan bahwa dalam Super League, kemenangan tuan rumah mencapai 44,86 persen, kemenangan tim tamu 30,45 persen, dan hasil imbang 24,69 persen. Sementara di Championship, angka kemenangan tuan rumah adalah 44,35 persen, tim tamu 29,57 persen, dan seri 26,09 persen.

Baca juga:

Selain VAR, I-League juga mengumumkan rencana kolaborasi strategis dengan liga-liga top dunia, termasuk La Liga (Spanyol), Bundesliga (Jerman), Eredivisie (Belanda), dan J-League (Jepang). Kerjasama ini diharapkan dapat mengangkat standar kompetisi domestik melalui pertukaran best practice, pelatihan ofisial, dan peningkatan manajemen suporter. Erick Thohir menekankan bahwa kolaborasi internasional tidak hanya akan memperkuat kualitas kompetisi, tetapi juga membuka peluang pemasaran dan sponsor yang lebih luas bagi klub Indonesia.

Meski belum ada konfirmasi resmi, banyak pihak berspekulasi bahwa kompetisi baru yang dimaksud dapat berupa kembalinya Piala Indonesia—turnamen knockout yang terakhir digelar pada musim 2018/2019. Sebelumnya, Piala Indonesia mengalami vakum sejak 2019, dan kehadirannya kembali dapat menambah dimensi kompetisi selain sistem liga. Erick sendiri belum mengonfirmasi format pastinya, namun menegaskan bahwa turnamen tersebut akan dijalankan bersamaan dengan kalender liga, sehingga tidak mengganggu kelangsungan Super League.

Baca juga:

Para pengamat menilai bahwa langkah PSSI memperkenalkan kompetisi paralel merupakan upaya strategis untuk meningkatkan jumlah pertandingan, memperluas basis penonton, dan meningkatkan pendapatan klub. Dengan lebih banyak kompetisi, klub dapat memanfaatkan slot pemain muda, memperkuat kedalaman skuad, serta memberikan kesempatan bagi sponsor untuk menampilkan brand secara lebih luas. Namun, tantangan utama tetap pada penyesuaian jadwal, kesiapan infrastruktur, dan kesiapan finansial klub, terutama di level Liga 4 dan Liga Nusantara.

Secara keseluruhan, rencana Erick Thohir menandai era baru bagi sepak bola Indonesia. Kompetisi baru yang akan digulirkan bersamaan dengan liga, penerapan VAR yang terbukti meningkatkan kompetitivitas, serta kolaborasi internasional, semua diarahkan untuk menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih profesional, terintegrasi, dan menarik bagi pemirsa domestik maupun global. Jika implementasinya berjalan lancar, Indonesia berpeluang mengukir prestasi lebih tinggi di kancah Asia, sekaligus menyiapkan fondasi kuat bagi generasi pemain berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *