PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 April 2026 | Ketua Umum PSSI sekaligus Menpora RI, Erick Thohir, menegaskan bahwa persiapan Piala Presiden 2026 tengah digodok secara intensif. Dalam acara penutupan Piala Presiden 2025 yang digelar pada 12 April 2026 di Studio 8 SCTV Tower, Senayan, Jakarta, ia menyampaikan visi baru untuk edisi kedelapan turnamen pramusim tersebut. Erick menekankan bahwa format lama tidak lagi mencukupi kebutuhan pengembangan sepak bola nasional, sehingga dibutuhkan inovasi yang melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, klub-klub Liga 1, Liga 2, serta kemungkinan keikutsertaan klub asing kembali.
Menurut Erick, komitmen Maruarar Sirait selaku Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025 menjadi landasan utama untuk melanjutkan turnamen pada 2026. “Tadi Pak Ara (Maruarar Sirait) punya komitmen, dan untuk Piala Presiden yang kedelapan ini sedang kita godok lagi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa proses perencanaan akan melibatkan diskusi bersama gubernur, bupati, dan wali kota, guna memastikan dukungan finansial dan logistik yang memadai. “Kami ingin semua pemerintah daerah berkontribusi agar sepak bola ini terus bergelora,” kata Erick.
Dalam penjelasannya, Erick menyoroti beberapa poin krusial yang sedang dipertimbangkan:
- Format kompetisi: Turnamen sebelumnya menggunakan sistem grup diikuti fase gugur. Erick mengindikasikan adanya kemungkinan penambahan tahap atau variasi sistem poin untuk meningkatkan intensitas kompetisi.
- Jumlah peserta: Piala Presiden 2025 menampilkan enam tim, termasuk dua klub luar negeri, Port FC (Thailand) dan Oxford United (Inggris). Erick mengusulkan agar jumlah klub kembali ditingkatkan, potensial mencapai 12‑20 tim, sehingga lebih banyak klub domestik dan asing dapat berpartisipasi.
- Jadwal: Karena tahun 2026 juga menjadi tahun Piala Dunia FIFA, jadwal Piala Presiden harus disesuaikan agar tidak bentrok. Erick mengakui kompleksitas ini, namun berjanji akan menemukan solusi terbaik.
- Peran tim luar negeri: Klub asing yang berpartisipasi pada edisi 2025 meninggalkan kesan positif. Erick mencatat, “Mereka juga ada keinginan untuk kembali. Tapi kembali kita lihat formulanya dulu, formatnya,” menegaskan bahwa keputusan akhir akan bergantung pada kesesuaian format dengan agenda kompetisi domestik.
Erick juga menekankan pentingnya peningkatan jumlah pertandingan bagi pengembangan pemain Indonesia. Ia membandingkan kalender kompetisi Indonesia dengan negara-negara seperti Brasil, yang menargetkan 70 pertandingan resmi per tahun per pemain. “Piala Presiden merupakan wadah penting untuk menambah jam terbang, bukan hanya bagi pemain, tetapi juga pelatih dan klub,” ujar Erick.
Untuk mewujudkan agenda tersebut, PSSI akan mengadakan rapat eksklusif dengan Komite Eksekutif (Exco) dan I-League pada minggu mendatang. Fokus rapat mencakup:
- Pengaturan jadwal kompetisi agar selaras dengan kalender internasional.
- Skema pembiayaan yang melibatkan pemerintah daerah dan sponsor.
- Standar kompetisi yang dapat menarik minat klub luar negeri kembali berpartisipasi.
- Strategi promosi untuk meningkatkan popularitas turnamen di kalangan penonton.
Selama penutupan, Erick juga menyoroti prestasi klub asing pada edisi sebelumnya. Port FC berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan Oxford United di final, membuktikan bahwa kehadiran tim luar negeri dapat meningkatkan kualitas kompetisi serta menarik perhatian media internasional. “Keberadaan mereka memberi warna baru, meningkatkan standar permainan, dan memberi pengalaman berbeda bagi pemain lokal,” kata Erick.
Meski ada antisipasi positif, Erick mengingatkan bahwa keputusan akhir tetap menunggu kajian mendalam. “Kami masih punya waktu 2‑3 bulan ke depan untuk mendiskusikan format, jadwal, dan partisipasi klub,” ujarnya. Ia menutup dengan harapan bahwa Piala Presiden 2026 dapat menjadi turnamen yang lebih inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi ajang persiapan optimal menjelang kompetisi internasional yang akan datang.
Dengan komitmen kuat dari PSSI, pemerintah daerah, serta potensi dukungan klub luar negeri, Piala Presiden 2026 diharapkan menjadi tonggak baru dalam upaya meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia, memberikan lebih banyak menit bermain bagi pemain muda, dan memperluas jaringan kompetisi internasional.
