PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 26 April 2026 | Pelatih kepala Como 1907, Cesc Fabregas, menegaskan komitmen penuh pada klub Italia itu meski nama dirinya terus muncul dalam spekulasi kepelatihan Chelsea. Dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Genoa, Fabregas menolak mengomentari rumor tersebut dan menekankan bahwa berpikir tentang peluang lain “akan sangat bodoh” pada saat ini.
Setelah menamatkan karir pemainnya di Chelsea pada 2019, Fabregas kembali ke klub asal Spanyolnya, Arsenal, dan kemudian melanjutkan karier di Serie A bersama Como pada musim 2024/2025. Debutnya sebagai pelatih senior di Como mencatatkan prestasi impresif; tim yang awalnya berada di zona menengah klasemen berhasil menembus papan atas Serie A dengan posisi kelima, membuka peluang lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Keberhasilan tersebut menjadikan Fabregas salah satu kandidat utama bagi klub-klub besar Eropa, termasuk mantan timnya, Chelsea, yang baru saja memecat Liam Rosenior dan menunjuk Calum McFarlane sebagai pelatih interim. Namun, Fabregas menegaskan prioritasnya tetap pada lima laga tersisa musim Serie A. “Saya tidak punya komentar soal itu. Fokus saya hanya pada pertandingan berikutnya melawan Genoa,” ujarnya kepada wartawan yang meliput konferensi pers.
Presiden Como, Mirwan Suwarso, sebelumnya memberikan kebebasan kepada Fabregas untuk mengejar peluang di luar jika ia menginginkannya. “Jika itu membuatnya bahagia, kami tidak akan menghalangi. Dia bebas pergi ke Chelsea jika memang menginginkannya,” kata Suwarso dalam pernyataan resmi klub. Meski demikian, Fabregas menegaskan belum menerima pernyataan resmi apa pun dari Suwarso mengenai masa depannya.
Fabregas menambahkan target utama Como adalah mencatat sejarah dengan lolos ke kompetisi Eropa. “Saya yakin akan melanjutkan perjalanan saya sebagai pelatih Como dan fokus pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Akan gila jika saya memikirkan hal lain selain lima laga ini dan membawa tim ke Eropa,” ujarnya dengan keyakinan.
Berikut beberapa poin penting yang menyoroti situasi Fabregas saat ini:
- Komitmen penuh pada Como menjelang lima laga terakhir Serie A.
- Rumor kepelatihan Chelsea muncul setelah pemecatan Liam Rosenior.
- Presiden Como memberi kebebasan kepada Fabregas untuk pindah jika menginginkan.
- Fabregas belum mendengar pernyataan resmi dari Suwarso mengenai masa depan.
- Target utama Como: lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya.
Para pengamat sepak bola menilai bahwa keputusan Fabregas untuk menolak spekulasi dan tetap fokus pada tugasnya di Como dapat meningkatkan konsistensi tim menjelang akhir musim. Dengan posisi kelima di klasemen, Como berada dalam persaingan ketat dengan klub-klub tradisional Italia, dan keberhasilan mereka akan menjadi bukti kemampuan taktik dan manajerial Fabregas.
Jika Fabregas tetap pada Como, ia akan menutup musim dengan catatan pribadi sebagai pelatih termuda yang berhasil mengantarkan tim Serie A ke zona Eropa. Sementara itu, jika Chelsea memutuskan untuk merekrutnya, tantangan baru menanti di Premier League yang tengah mencari stabilitas setelah serangkaian kekalahan beruntun.
Apapun keputusan yang diambil, Fabregas menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah mempersiapkan tim untuk menghadapi Genoa dan menyelesaikan musim dengan hasil terbaik. “Fokus saya adalah Genoa, pertandingan berikutnya, dan kami ingin melakukan segala upaya untuk menang,” tuturnya menutup konferensi.
