Hendra Setiawan Dampingi Ganda Putra, Resmi Masuk Skuad Pelatih Thomas Cup Indonesia 2026

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 21 April 2026 | Legenda bulu tangkis Indonesia, Hendra Setiawan, kini menambah peran pentingnya di panggung internasional dengan resmi menjadi pembimbing sektor ganda putra tim Thomas Cup 2026. Penunjukan ini diumumkan oleh PBSI menjelang pemusatan latihan (TC) di Cipayung, menandai langkah strategis untuk memanfaatkan pengalaman Olimpiade dan Kejuaraan Dunia sang legenda dalam mempersiapkan generasi muda.

Tim Indonesia yang akan berangkat ke Horsens, Denmark, menampilkan kombinasi pemain senior berpengalaman dan talenta junior yang tengah naik daun. Di ganda putra, pasangan Fikri/Alfian (peringkat tiga dunia) serta Gutama/Reza Pahlevi (peringkat sembilan) menjadi andalan. Mereka akan berbagi bimbingan dengan pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, yang telah menunjukkan potensi signifikan dalam turnamen junior internasional.

Baca juga:

Pengalaman Hendra Setiawan sebagai pemain ganda putra tak tertandingi; ia pernah meraih medali emas Olimpiade 2016 bersama Mohammad Ahsan dan menjuarai beberapa Kejuaraan Dunia. Kini, ia mengalihkan fokusnya ke peran pelatih, mengingat tantangan yang diungkapkan dalam wawancara terbarunya: “Melatih tim lebih sulit daripada bermain, karena harus menyesuaikan taktik, psikologi, dan kondisi fisik masing-masing pemain.”

Masuknya Hendra Setiawan ke dalam skuad pelatih selaras dengan penilaian Badminton World Federation (BWF) yang menyoroti kedalaman skuad Indonesia. BWF mencatat bahwa kombinasi senior‑junior memberi keunggulan kompetitif, terutama menghadapi grup D yang berisi Thailand, Perancis, dan Aljazair. Potensi duel sengit melawan Perancis diprediksi akan menjadi ujian utama, mengingat kekuatan tiga tunggal putra mereka.

Sementara itu, sektor tunggal putra tetap dipimpin oleh Jonatan Christie (ranking lima dunia) dan Anthony Sinisuka Ginting, didukung oleh pemain muda Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah yang baru debut. Pelatih tunggal, Indra Widjaja, menekankan pentingnya menjaga ritme latihan agar tidak mencapai puncak performa (peak) terlalu dini, sehingga pemain dapat menampilkan performa optimal pada fase pertandingan utama.

Baca juga:

Dengan Hendra Setiawan sebagai pembimbing ganda, strategi latihan diharapkan lebih terfokus pada taktik kombinasi, kecepatan serangan, dan koordinasi mental antar pasangan. Ia juga diharapkan dapat menyalurkan mental juara kepada pemain muda, mengingat tekanan kompetisi Thomas Cup yang berlangsung selama sepuluh hari dengan format beregu.

Tak hanya soal teknik, Hendra Setiawan menekankan pentingnya kebersamaan tim. Ia menyampaikan bahwa rasa persaudaraan dan kepercayaan antar pasangan ganda akan menjadi faktor penentu dalam menahan tekanan laga kritis. “Kami bukan hanya sekadar pasangan di lapangan, tapi satu unit yang harus saling melengkapi,” ujar Hendra dalam sesi briefing tim.

Persiapan intensif di Cipayung juga mencakup simulasi pertandingan melawan tim asing, analisis video lawan, serta program kebugaran khusus. Semua elemen ini diintegrasikan dalam program yang dirancang agar puncak performa tercapai tepat pada saat pertandingan Thomas Cup dimulai pada 24 April 2026.

Baca juga:

Dengan kombinasi pemain berpengalaman, pendalaman taktik oleh pelatih senior, serta dukungan penuh federasi, harapan besar tertuju pada Indonesia untuk mengulang kejayaan masa lalu. Jika semua elemen berjalan selaras, Indonesia memiliki peluang kuat untuk menembus final dan merebut gelar juara, menambah koleksi trofi Thomas Cup yang sudah mengukir sejarah gemilang.

Kesimpulannya, kehadiran Hendra Setiawan sebagai pembimbing ganda putra menambah lapisan kebijakan strategis dalam skuad Thomas Cup 2026. Pengalaman juara dunia, pengetahuan taktik modern, dan kemampuan memotivasi generasi muda menjadi modal utama yang diharapkan mampu mengantar Indonesia meraih prestasi tertinggi di panggung bulu tangkis internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *