PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 11 Juli 2026 | Pelatih Mesir, Hossam Hassan, telah menjadi sorotan setelah timnya kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Mesir sempat unggul dua gol atas juara bertahan, namun Argentina bangkit lewat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez untuk membalikkan keadaan.
Hassan melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit usai pertandingan, menyatakan bahwa wasit tidak adil dan ada tekanan dari pihak Argentina. Ia juga mempertanyakan apakah ada faktor di luar pertandingan yang membuat Argentina mendapat keuntungan.
Meskipun tersingkir dengan cara yang menyakitkan, Hassan tetap mengaku bangga dengan pencapaian timnya yang sukses menembus fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Ia berterima kasih kepada para pemainnya yang sebagian besar berasal dari kompetisi domestik Mesir.
Pelatih berusia 59 tahun itu juga memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang telah membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan pemain di liga-liga terbesar di dunia. Hassan menyatakan bahwa timnya akan meraih tempatnya di antara negara-negara sepak bola top dunia.
Sementara itu, Pierluigi Collina, kepala wasit FIFA, telah membantah tuduhan bahwa wasit telah melakukan kesalahan dalam pertandingan antara Argentina dan Mesir. Collina menyatakan bahwa wasit telah melakukan tugasnya dengan integritas dan tidak ada bukti bahwa mereka telah dipengaruhi oleh tekanan dari luar.
Tim nasional Mesir telah diterima dengan hangat oleh pendukung setelah kembali dari Piala Dunia 2026. Mereka telah membuat sejarah dengan mencapai babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah. Presiden Abdel Fattah al-Sisi juga telah menerima tim dan staf teknis mereka untuk memberikan penghargaan atas prestasi mereka.
Dalam kesimpulan, kontroversi seputar pertandingan antara Argentina dan Mesir telah menjadi sorotan besar di Piala Dunia 2026. Hossam Hassan dan timnya telah membuat sejarah dengan mencapai babak 16 besar, namun mereka harus meninggalkan turnamen dengan kekecewaan. Meskipun demikian, mereka telah membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim terbaik di dunia.
