PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 April 2026 | Bek berusia 25 tahun asal Indonesia, Jay Idzes, kini berada di persimpangan penting dalam kariernya. Sebagai kapten Timnas Indonesia dan salah satu pilar lini belakang Sassuolo, ia telah membantu klub menempati posisi menengah atas Serie A 2025/2026. Namun, laporan terbaru mengindikasikan bahwa duet bek sentralnya bersama Tarik Muharemovic dapat berakhir sebelum Piala Dunia 2026, karena Inter Milan menaruh mata pada Muharemovic.
Sejak awal musim, Idzes dan Muharemovic telah menapaki 28 laga bersama, membentuk pertahanan yang tangguh dan konsisten. Kedua bek tersebut mencatatkan rata‑rata 1,8 tembakan yang diblok per pertandingan dan 2,3 duel udara yang dimenangkan, menjadikan Sassuolo sulit ditembus. Statistik tersebut membantu tim naik ke posisi ke‑10 dengan 46 poin, selisih tipis dengan klub-klub besar Serie A.
Rumor perpindahan mulai menguat ketika Gazzetta dello Sport mengungkapkan bahwa Inter Milan telah menandatangani kesepakatan awal dengan Sassuolo mengenai durasi kontrak dan biaya transfer untuk Muharemovic. Jika negosiasi akhir selesai, pemain asal Bosnia itu diperkirakan resmi bergabung dengan Inter pada 1 Juni 2026, tepat sebelum fase final kualifikasi Piala Dunia. Kepergian Muharemovic berarti Idzes harus mencari pasangan baru di lini belakang, yang berpotensi mengganggu kestabilan pertahanan Sassuolo di sisa musim.
Tarik Muharemovic sendiri tak segan menyanjung peran Idzes selama berduet. “Dia selalu memberi energi pada tim, terutama ketika kami berada di posisi tertinggal. Saya melihatnya sebagai kapten saya,” ujarnya dalam sebuah wawancara. Pengakuan tersebut menambah beban emosional bagi Idzes, yang harus bersiap menghadapi kemungkinan kehilangan sahabat satu lapangan.
Sementara itu, kabar tentang Idzes tak kalah menggelegar. Beberapa raksasa Liga Italia, termasuk AC Milan dan Juventus, dikabarkan tengah memantau performa sang bek. Jika tawaran tersebut menjadi kenyataan, Idzes dapat melanjutkan kariernya di klub yang lebih bergengsi, namun hal itu juga berarti ia harus berpisah dengan Sassuolo, klub yang memberinya kesempatan pertama di Serie A.
Penampilan Idzes pada pekan ke‑34 melawan Fiorentina menjadi bukti kualitasnya. Dalam laga yang berakhir 0‑0, ia mencatatkan 61 sentuhan bola, 9 aksi bertahan, 96% akurasi passing, 2 blok, 7 sapuan, dan satu kali recoveries. Kiper Sassuolo, Stefano Turati, memuji peran Idzes dalam menjaga gawang tetap bersih: “Bermain dengan Idzes di depan saya sangat menyenangkan. Ia kuat, disiplin, dan memberikan rasa aman bagi seluruh lini belakang.” Penghargaan Man of the Match yang diraih Idzes menegaskan kontribusinya yang tak ternilai.
- 28 pertandingan bersama Muharemovic
- 61 sentuhan, 96% akurasi passing
- 100% kemenangan duel udara
- Man of the Match vs Fiorentina
Jika transfer Muharemovic terwujud, Idzes akan menghadapi dua tantangan sekaligus. Pertama, menemukan mitra bek baru yang dapat meniru kekompakan yang telah terbangun selama hampir satu setengah musim. Kedua, menjaga performa tetap tinggi demi memastikan dirinya tetap menjadi pilihan utama Timnas Indonesia menjelang Piala Dunia 2026. Pelatih nasional kini harus menyiapkan opsi taktis alternatif, termasuk penggunaan bek sayap atau formasi tiga bek, untuk mengantisipasi perubahan di klub.
Kesimpulannya, situasi transfer yang mengguncang Sassuolo menambah ketegangan menjelang turnamen internasional terbesar. Baik Idzes maupun Muharemovic berada pada titik krusial yang dapat menentukan arah karier mereka dan dampaknya pada Timnas Indonesia. Penggemar dan analis sepak bola menantikan keputusan akhir, sambil berharap duet Sehati tetap bersatu atau setidaknya menghasilkan sinergi baru yang menguntungkan bagi semua pihak.
