PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 18 Juni 2026 | Pertandingan pembuka Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Aljazair telah memperlihatkan kejutan besar sejak awal turnamen. Salah satu sorotan utama publik tertuju pada penampilan Luca Zidane, putra kedua dari legenda sepak bola dunia asal Prancis, Zinedine Zidane, yang bermain sebagai penjaga gawang Aljazair.
Luca Zidane lahir di Aix-en-Provence, Prancis, pada 13 Mei 1998. Ia memiliki kesempatan untuk memilih tiga kewarganegaraan berbeda, yaitu Prancis, Spanyol, dan Aljazair. Pilihan pertama adalah Prancis, negara kelahirannya, serta tempat ayahnya menjalani karier sebagai ikon sepak bola mancanegara. Pilihan kedua adalah Spanyol, tempat ia tinggal hampir sepanjang hidupnya dan menempa bakat sepak bola sejak kecil karena karier ayahnya di Real Madrid dimulai pada tahun 2001. Pilihan terakhir adalah Aljazair, yang akhirnya secara resmi dipilihnya.
Keputusan besar untuk berpindah tim nasional ini diambil setelah melalui diskusi mendalam bersama seluruh anggota keluarga, termasuk ayah, ibu, saudara-saudara, hingga kakeknya. Sang ayah menyambut positif dan merasa bahagia karena mengetahui hal tersebut merupakan impian besar sang anak untuk tampil di Piala Dunia.
Luca Zidane membuat debutnya di Piala Dunia 2026 dengan bermain melawan Argentina. Namun, pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan Aljazair 0-3 akibat performa gemilang Lionel Messi yang memborong tiga gol. Penampilan penjaga gawang bernama lengkap Luca Zinedine Zidane Fernández tersebut tetap mengukir sejarah baru yang sangat unik bagi keluarga besar Zidane.
Reaksi Zinedine Zidane saat menyaksikan putranya bermain melawan Argentina juga menjadi sorotan. Ia terlihat tenang, tetapi jelas tidak terlalu menikmati malam yang sulit bagi putranya. Setelah peluit panjang dibunyikan, Zidane menuju ruang ganti untuk menemui putranya, Luca Zidane, yang tampak sangat terpukul usai pertandingan.
Kritikus mempertanyakan kualitas Luca Zidane sebagai penjaga gawang utama Aljazair. Beberapa orang menganggap bahwa statusnya sebagai putra Zinedine Zidane turut menjadi alasan namanya mendapat sorotan lebih besar. Penampilan Luca di bawah mistar gawang tidak berjalan sesuai harapan, dan ia hanya mencatat tiga penyelamatan sepanjang pertandingan.
Meskipun demikian, dukungan dari ayahnya, Zinedine Zidane, tetaplah penting bagi Luca Zidane. Mantan kapten tim nasional Prancis itu pernah mengalami berbagai momen sulit sepanjang kariernya, baik sebagai pemain maupun pelatih. Ia memahami betul bagaimana beratnya menerima kekalahan di panggung sepak bola internasional.
Pertandingan antara Aljazair dan Argentina telah menunjukkan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen yang sangat menarik dan penuh kejutan. Penampilan Luca Zidane dan reaksi Zinedine Zidane telah menjadi sorotan utama di awal turnamen ini.
Setelah kekalahan dari Argentina, Aljazair masih memiliki kesempatan untuk maju ke babak selanjutnya. Mereka harus memenangkan pertandingan selanjutnya untuk mempertahankan harapan mereka. Sementara itu, Argentina telah memulai turnamen dengan kemenangan yang sangat meyakinkan dan akan terus menjadi salah satu tim favorit untuk memenangkan Piala Dunia 2026.
