PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 20 Juni 2026 | Malut United dilaporkan akan berganti nama menjadi Jateng United FC dan memindahkan home base ke Stadion Jatidiri, Semarang, menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Keputusan ini berpotensi mengubah peta persaingan sepak bola nasional sekaligus memunculkan tanda tanya besar terkait masa depan penggunaan Stadion Jatidiri yang selama ini identik dengan PSIS Semarang.
Perubahan tersebut terungkap melalui surat bernomor 25/MMS-MUtd/VI/2026 yang dikirim kepada PSSI terkait pengajuan pergantian nama klub dan perpindahan markas. Surat itu ditandatangani Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera Dirk Soplanit bersama Direktur Zainuddin Umasangadi.
Manajemen Malut United menyebut keputusan tersebut lahir dari evaluasi internal yang melibatkan pengurus badan hukum serta manajemen klub. Hasil evaluasi itu mengarah pada perubahan identitas klub sekaligus perpindahan domisili dari Maluku Utara ke Jawa Tengah.
Sementara itu, Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menjelaskan beberapa hal yang berubah dan tidak dari regulasi Super League 2026/27, termasuk untuk penggunaan pemain asing dan U-23. Secara keseluruhan, Asep menyatakan tak ada perubahan yang signifikan dari kompetisi musim lalu.
Regulasi pemain asing tidak berubah, tiap klub boleh mendaftarkan 11 pemain asing, sembilan masuk DSP, dan tujuh bisa bermain bersamaan di lapangan. Aturan U-23 kini berbasis insentif menit bermain, sementara pelatih wajib berlisensi AFC Pro dan harus melibatkan minimal satu asisten pelatih lokal berlisensi AFC A.
Terpisah dari itu, Madura United resmi memulangkan kiper berpengalaman, Angga Saputro, untuk menghadapi kompetisi Liga Super League musim mendatang. Kembalinya penjaga gawang yang akrab disapa Cecep itu diyakini bakal memperketat persaingan di bawah mistar Laskar Sape Kerrab.
Direktur Utama PT PBMB, Annisa Zhafarina, mengatakan bahwa manajemen sebenarnya sudah lama menginginkan kepulangan Angga karena melihat rekam jejaknya bersama tim sebelumnya. Namun, rencana tersebut baru bisa terealisasi musim ini karena sebelumnya sang pemain masih terikat kontrak dengan klub lain.
Kehadiran kiper kelahiran 1993 itu bukan sekadar menambah kedalaman skuad, tetapi juga menciptakan kompetisi sehat di sektor penjaga gawang. Dengan demikian, persaingan di Madura United semakin panas jelang musim baru.
Terakhir, terkait simbol bintang pada logo jersey klub juara Super League, Asep Saputra menjelaskan bahwa I.League belum memiliki ketentuan tertulis yang secara spesifik mengatur penggunaan simbol bintang di jersey. Menurut dia, hal tersebut lebih berkaitan dengan bentuk apresiasi yang diberikan masing-masing klub terhadap pencapaian mereka.
Kesimpulan dari berbagai kabar sepak bola nasional tersebut menunjukkan bahwa perubahan dan persiapan untuk musim baru 2026/2027 sudah mulai terlihat. Mulai dari perubahan nama dan markas klub hingga regulasi pemain asing dan U-23, semua siap untuk memeriahkan kancah sepak bola tanah air.
