Mauricio Souza Puji Kualitas Lapangan Bali, Laga Persija vs PSIM Jadi Tantangan Baru

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 21 April 2026 | Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menyampaikan respons positif setelah keputusan panitia PSIM Jogja memindahkan venue laga tandang melawan PSIM Yogyakarta ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Keputusan ini diambil karena pertimbangan keamanan dan kapasitas stadion Sultan Agung di Bantul yang belum memadai untuk menampung antusiasme suporter.

Menurut Souza, kualitas rumput dan fasilitas di lapangan Bali jauh lebih baik dibandingkan dengan stadion asalnya. “Kualitas lapangan di sana sangat baik, cocok untuk tim kami yang suka menguasai bola dan bermain ofensif,” ujar Souza dalam konferensi pers di Jogja pada Minggu, 19 April 2026. Ia menambahkan, kondisi permukaan yang optimal akan memudahkan aliran bola, sehingga taktik menyerang yang diusung oleh Persija dapat dijalankan dengan lebih efektif.

Baca juga:

Persija memang tengah berada pada fase bagus. Setelah mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 18 April, skuad Macan Kemayoran menyiapkan agenda latihan intensif di Jogja sebelum berangkat ke Bali. “Kami tetap di sini, latihan hari ini dan besok, dan jika logistik memungkinkan, kami latihan juga pada Selasa sebelum berangkat,” jelas Souza.

Berikut beberapa poin penting terkait pemindahan venue dan persiapan tim:

  • Alasan keamanan: Koordinasi dengan kepolisian menunjukkan kapasitas Stadion Sultan Agung tidak ideal untuk menampung suporter yang diproyeksikan mencapai puluhan ribu.
  • Alternatif yang ditolak: Stadion Jatidiri, Semarang sempat dipertimbangkan, namun bentrok jadwal penggunaan membuat opsi tersebut tidak dapat diwujudkan.
  • Keputusan akhir: Menjadikan Stadion Kapten I Wayan Dipta sebagai tempat pertandingan, dengan catatan laga akan digelar tanpa penonton demi menghindari sanksi administratif.
  • Persiapan Persija: Tim tetap berlatih di Jogja, mengoptimalkan kondisi kebugaran dan taktik sebelum berangkat ke Bali pada Selasa malam.

Selain menyoroti aspek teknis, Souza juga menilai bahwa perubahan lokasi memberi keuntungan psikologis bagi pemain. “Berada di lapangan yang bersih dan terawat meningkatkan rasa percaya diri, terutama ketika kita menghadapi tim yang juga suka menguasai bola seperti PSIM,” ujarnya.

Baca juga:

Meski harus melakukan perjalanan lebih jauh ke Pulau Dewata, Souza tidak merasa terbebani. Ia justru melihat peluang untuk menguji kesiapan tim di kondisi yang berbeda. “Perjalanan ke Bali bukan halangan, melainkan kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan atmosfer baru dan tetap fokus pada target kemenangan,” tambahnya.

Panitia Pelaksana PSIM Jogja, Wendy Umar Seno Aji, menegaskan bahwa keputusan tanpa penonton diambil setelah mendapatkan izin dari otoritas setempat. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kelancaran kompetisi dan menghindari penalti yang dapat merugikan posisi tim di klasemen Super League 2025/2026.

Dengan performa terkini yang solid—kemenangan 3-0 atas Persebaya pada 11 April dan 1-0 melawan PSBS pada 18 April—Persija menatap laga Bali dengan optimism. Souza berharap kualitas lapangan dan persiapan intensif akan menghasilkan permainan yang atraktif dan berpeluang besar meraih tiga poin.

Baca juga:

Secara keseluruhan, pemindahan venue ke Bali menjadi contoh dinamika kompetisi modern yang mengutamakan aspek keamanan, kenyamanan, dan kualitas fasilitas. Mauricio Souza menutup pernyataannya dengan harapan bahwa semua pihak dapat menikmati pertandingan yang fair dan menghibur, meski tanpa sorak sorai suporter di tribun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *