PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 19 April 2026 | Pada Sabtu, 18 April 2026, pagi yang cerah menyambut kota Bandung. Di antara deru kendaraan, sekelompok pendukung Persib berkumpul dengan semangat berbeda; mereka bukan sedang berunjuk rasa, melainkan bersiap menyusuri jejak sejarah lewat acara “Bobotoh Story Walk”.
Acara ini dipandu oleh Eko Noer Kristiyanto, yang lebih dikenal sebagai Eko Maung, seorang pengamat hukum olahraga sekaligus suporter setia Persib. Konsep walking tour ini dirancang untuk menghubungkan generasi Bobotoh, memperkenalkan kembali titik‑titik bersejarah yang selama ini hanya menjadi cerita di pinggir lapangan.
Perjalanan dimulai dari kawasan Stadion Siliwangi, yang dulu dijuluki “Kuil Persib” sebelum era GBLA. Eko mengungkap sisi kelam dan liar sepak bola Bandung, termasuk munculnya gaya pendukung casual pertama, serta insiden brutal seperti pembakaran mobil OB Van pada era Liga Bank Mandiri. Ia juga menyinggung demonstrasi ribuan Bobotoh yang menuntut pelatih Risnandar Soendoro mengundurkan diri.
Selanjutnya, rombongan melangkah ke Jalan Asia Afrika, tempat Eko menyampaikan narasi provokatif tentang perilaku pendukung lama yang sering merusak, bahkan menggulingkan pot kembang sebagai bentuk pelepasan emosi pasca pertandingan. “Ini edukasi bagi yang muda agar tahu kenyataan sejarah, dan bagi senior untuk bernostalgia,” ujarnya.
Di sebuah gedung apartemen modern, Eko memperkenalkan lokasi yang dulunya adalah Lapangan UNI, markas klub internal Persib yang melahirkan banyak bintang. Meskipun fungsi telah berubah, kenangan positif lapangan tersebut tetap hidup dalam ingatan kolektif.
Perjalanan berlanjut ke Jalan Gurame, dimana suasana menjadi lebih melankolis. Di sini, peserta diajak melihat kantor persib masa lalu, menegaskan bahwa sejarah klub tidak hanya terletak di stadion, tetapi juga di ruang-ruang administratif yang pernah menjadi saksi perjuangan.
Sesi akhir diakhiri dengan diskusi hangat. Eko menegaskan pentingnya meneruskan cerita kepada generasi muda agar akar sejarah tidak terlupakan, sekaligus mengingatkan agar semangat dukungan tetap bersahabat.
Tak lama setelah Story Walk, Persib kembali menjadi sorotan nasional menjelang laga Super League melawan Arema FC di GBLA pada 24 April 2026. Manajemen klub mengajak Bobotoh untuk memenuhi stadion, menawarkan beragam tiket resmi melalui aplikasi Persib. Berikut daftar harga tiket:
- VIP Bawah: Rp465.000
- VIP Barat Utara & VIP Barat Selatan: Rp235.000
- VIP Bawah Lounge: Rp405.000
- Zona Timur, Utara, dan Selatan: Rp150.000
- Corporate Box Individual: Rp3.500.000
- Corporate Box 15 Pax: Rp47.250.000
- Corporate Box 25 Pax: Rp70.000.000
Dukungan penuh Bobotoh dipandang sebagai faktor krusial untuk mengangkat semangat Marc Klok dan skuadnya dalam upaya mengamankan poin penting di papan atas klasemen.
Namun, sorotan tidak hanya positif. Pada Januari 2025, oknum Bobotoh terlibat insiden menyalakan flare di Stadion Gelora Soepradi, Blitar, saat laga tandang melawan Arema. Komite Disiplin PSSI menjatuhkan denda Rp75 juta kepada Persib, tambahan Rp50 juta atas penggunaan flare, serta denda Rp25 juta untuk pelanggaran kehadiran suporter tamu. Vice President Persib, Andang Ruhiat, menyatakan penyesalan atas tindakan tersebut dan menegaskan pentingnya introspeksi bagi seluruh pendukung.
Insiden tersebut menambah beban emosional bagi klub menjelang pertandingan melawan Arema di GBLA. Eko Maung mengingatkan bahwa semangat Bobotoh harus diarahkan pada dukungan yang konstruktif, bukan tindakan yang merusak citra klub.
Kesimpulannya, Bobotoh berada di persimpangan antara warisan sejarah yang kaya dan tantangan modern berupa disiplin suporter. Melalui inisiatif seperti Story Walk, generasi muda dapat memahami akar budaya Persib, sementara klub dan otoritas harus memastikan dukungan tetap dalam batas aturan demi menjaga reputasi dan kelangsungan kompetisi.
