PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 22 April 2026 | Paulo Dybala kembali menjadi sorotan utama AS Roma menjelang laga Serie A melawan Bologna pada 25 April 2026. Pemain asal Argentina yang kini berada di fase akhir kontrak (hanya tersisa 70 hari) menunjukkan niat kuat untuk tetap mengenakan seragam Giallorossi meski sejumlah klub dari Argentina dan Turki mengajukan tawaran menarik.
Menurut laporan Corriere dello Sport, Dybala sedang mempercepat proses pemulihan setelah cedera yang membuatnya absen selama 90 hari terakhir. Ia diharapkan dapat kembali ke lapangan pada pertandingan melawan Bologna, yang menjadi ujian penting bagi Roma yang sedang berjuang menancapkan diri kembali di papan atas klasemen.
Berikut rangkuman situasi kontrak Dybala saat ini:
| Item | Detail |
|---|---|
| Durasi kontrak tersisa | 70 hari |
| Gaji tahunan | €12,5 juta (sebelum potongan) |
| Penawaran Argentina | €4 juta + bonus performa |
| Penawaran Turki | €5,2 juta + opsi beli |
Dybala mengaku siap menurunkan gaji pokok secara signifikan jika klub dapat menambahkan bonus berbasis penampilan. Langkah itu dianggap sebagai upaya untuk menunjukkan loyalitas sekaligus mengamankan peluang perpanjangan kontrak yang lebih menguntungkan di masa depan.
Keputusan Dybala tidak lepas dari konteks internal Roma yang sedang bergolak. Pemilik klub, Dan Friedkin, baru-baru ini menegaskan dukungan penuh terhadap pelatih Gian Piero Gasperini, meski hubungan Gasperini dengan penasihat senior Claudio Ranieri mengalami ketegangan. Konflik tersebut berpotensi memengaruhi kebijakan transfer dan manajemen pemain senior seperti Dybala.
Gasperini, yang baru saja mengumumkan kembalinya trio serangan impian – Soulè, Dybala, dan Malen – menilai Dybala sebagai “sudut penting” dalam rencana taktis tim. Ia menambahkan bahwa kehadiran Dybala di lini serang tidak hanya meningkatkan kreativitas, tetapi juga memberi contoh profesionalisme bagi generasi muda Roma.
Di sisi lain, Ranieri yang menjabat sebagai penasihat teknis tampaknya dipertimbangkan untuk mengurangi peran dalam keputusan strategis klub. Hal ini sejalan dengan rencana Friedkin untuk melakukan restrukturisasi manajemen, termasuk peninjauan posisi Direktur Olahraga Frederic Massara.
Dengan latar belakang dinamika manajerial ini, keberadaan Dybala menjadi simbol stabilitas. Bagi pendukung Roma, sang “La Joya” bukan sekadar pemain bintang, melainkan ikon identitas klub yang tengah merayakan seratus tahun berdirinya. Jika Dybala memperpanjang kontrak, pesan kuat akan komitmen terhadap proyek jangka panjang Roma akan tersampaikan kepada suporter.
Selain faktor emosional, performa Dybala di lapangan dapat menjadi faktor penentu akhir musim. Roma berada di posisi keenam klasemen Serie A, dan setiap poin sangat berarti dalam persaingan zona Liga Eropa. Laga melawan Bologna, yang kini menempati peringkat kedelapan, diprediksi akan menjadi pertandingan sengit. Gasperini berharap Dybala dapat menjadi katalisator serangan, terutama dalam situasi transisi cepat yang menjadi ciri khas taktik tim.
Berikut perkiraan kontribusi Dybala dalam pertandingan melawan Bologna:
- Penyerangan: Menjadi target utama dalam serangan balik.
- Set piece: Mengambil peran utama dalam tendangan bebas dan sudut.
- Pengalaman: Membimbing pemain muda seperti Malen dalam pengambilan keputusan di depan gawang.
Jika Dybala berhasil menampilkan performa maksimal, peluang Roma untuk mengamankan tiga poin dan memperkuat posisi di papan atas akan meningkat. Sebaliknya, kegagalan kembali ke lapangan dapat menambah tekanan pada Gasperini menjelang akhir musim.
Secara keseluruhan, situasi Dybala mencerminkan kombinasi antara ambisi pribadi, loyalitas klub, dan dinamika internal Roma yang sedang berubah. Keputusan akhir mengenai perpanjangan kontrak akan sangat dipengaruhi oleh performa di lapangan, hasil negosiasi gaji, serta arah strategi manajerial yang sedang dibentuk oleh Friedkin, Gasperini, dan Ranieri.
Terlepas dari spekulasi transfer, satu hal yang jelas: Paulo Dybala ingin terus menulis bab baru bersama AS Roma, menjelang akhir kontrak dengan harapan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi ambisi klub di Serie A dan kompetisi Eropa.
