PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 03 Juni 2026 | Pertandingan antara Ireland dan Qatar baru-baru ini menjadi sorotan karena protes yang dilakukan oleh pendukung Ireland terkait rencana pertandingan melawan Israel. Namun, di balik kontroversi tersebut, timnas Qatar sedang mempersiapkan diri untuk tampil di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Qatar, yang berada di Grup B, akan memulai kampanye mereka melawan Swiss pada 13 Juni di San Francisco, kemudian melawan Kanada di Vancouver pada 18 Juni. Mereka akan menutup pertandingan babak grup melawan Bosnia dan Herzegovina di Seattle pada 24 Juni. Pelatih kepala Julen Lopetegui memercayakan generasi baru talenta, dengan 12 pemain yang tidak terlibat dalam penampilan perdana Piala Dunia Qatar di tahun 2022.
Pemain-pemain baru ini termasuk kiper Salah Zakaria dan Mohammed Abunada, serta Ahmed Al Janahi, Ahmed Fathi, Edmilson Junior, Al Hashmi Al Hussein, Ayoub Al Alawi, Tahseen Mohammed, Sultan Al Brake, Issa Laye, Mohammed Manai, dan Youssef Abdurisag. Mereka merupakan bagian dari strategi Qatar untuk mencampur pemain berpengalaman dengan talenta muda, dengan harapan memberikan penampilan yang lebih kompetitif di panggung sepak bola dunia.
Banyak dari pemain-pemain ini telah memainkan peran penting dalam kampanye kualifikasi Qatar yang sukses, yang berakhir dengan memenangkan tempat di Piala Dunia melalui babak playoff Asia. Beberapa anggota generasi baru juga berkontribusi pada kemenangan Qatar di Piala Asia AFC 2023, membantu negara tersebut mempertahankan mahkota benua setelah memenangkan gelar Asia berturut-turut pada 2019 dan 2023.
Setelah memperoleh pengalaman berharga melalui kompetisi domestik dan benua, para pemain ini diharapkan dapat memberikan kedalaman, energi, dan fleksibilitas tambahan pada skuad saat Qatar berusaha untuk membuat dampak yang lebih kuat di turnamen 2026. Tim saat ini sedang mengadakan kamp pelatihan terakhir di Amerika Serikat, setelah pertandingan persahabatan melawan Republik Ireland pada 28 Mei. Qatar akan menyelesaikan persiapan mereka dengan pertandingan persahabatan terakhir melawan El Salvador di Los Angeles pada 6 Juni sebelum memfokuskan diri pada tantangan Piala Dunia.
Sementara itu, kontroversi seputar pertandingan melawan Israel terus memanas, dengan tekanan yang meningkat pada Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI) untuk menarik diri dari dua pertandingan Nations League yang akan datang melawan Israel. Pertandingan tersebut dijadwalkan pada 27 September di tempat netral dan 4 Oktober di Aviva Stadium. Oposisi, mantan pemain internasional Irlandia, manajer, dan pendukung, telah meminta FAI untuk tidak bermain melawan Israel sebagai bentuk protes terhadap genosida di Gaza dan pemboman Israel di Lebanon.
Kapten Irlandia, Seamus Coleman, tidak secara langsung meminta FAI untuk melakukan boikot, tetapi menyatakan bahwa masalah ini seharusnya tidak jatuh pada tim untuk dijawab. Ia menekankan bahwa sebagai seorang ayah, suami, dan manusia, ia tahu perbedaan antara yang benar dan salah. Sementara itu, pemerintah Irlandia menyatakan dukungan terhadap keputusan FAI untuk berpartisipasi dalam pertandingan tersebut.
Pertandingan antara Ireland dan Qatar, serta kontroversi seputar pertandingan melawan Israel, menunjukkan kompleksitas dunia sepak bola yang tidak hanya melibatkan olahraga, tetapi juga politik dan isu sosial. Qatar, dengan persiapan yang matang, siap untuk meninggalkan kesan di Piala Dunia 2026, sementara Irlandia dan Israel terlibat dalam debat yang lebih luas tentang etika dan tanggung jawab dalam olahraga internasional.
