PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 April 2026 | Setelah menampilkan aksi penyelamatan tiga tendangan penalti dalam laga adu penalti melawan Samsunspor pada babak perempat final Piala Turki, kiper asal Kamerun, Andre Onana, kembali menjadi sorotan utama klub merah hitam. Penampilannya yang mengantarkan Trabzonspor menjuarai adu penalti 3-1 tidak hanya membawa tim ke semifinal, tetapi juga memicu seruan terbuka dari presiden klub, Ertugrul Dogan, untuk menjadikan Onana pemain permanen.
Onana, yang datang ke Trabzonspor pada musim panas 2025 dalam rangka pinjaman dari Manchester United, awalnya dipinjamkan sebagai solusi sementara menjelang kedatangan kiper muda Senne Lammens. Namun, performa gemilangnya di Super Lig Turki serta peran krusialnya dalam pertandingan Piala Turki mengubah persepsi klub. Dalam pertandingan melawan Samsunspor, Onana berhasil menahan tiga dari empat tembakan penalti, menegaskan dirinya sebagai pahlawan dalam laga yang menentukan.
Presiden Ertugrul Dogan menegaskan kepada wartawan NTV Spor bahwa klub sangat menghargai kontribusi Onana. “Onana sudah memiliki jalur karier yang jelas. Kami menyukainya. Jika kondisinya tepat, kami ingin ia tetap tinggal,” ujar Dogan, menambahkan bahwa keputusan akhir ada di tangan pemain tersebut.
Sementara itu, situasi di Manchester United menunjukkan ketidakpastian bagi kiper Belgia itu. Manajer United telah menaruh harapan pada Senne Lammens sebagai pilihan utama, sementara Onana masih menerima gaji sekitar £120.000 per minggu. Manajemen United dilaporkan ingin menjual Onana untuk mengurangi beban gaji dan mengembalikan sebagian dari biaya transfer sebesar £47 juta yang dibayarkan beberapa tahun lalu.
Namun, nilai transfer yang diminta United diperkirakan cukup tinggi, menimbulkan tantangan bagi Trabzonspor yang harus menyeimbangkan anggaran. Klub Turki tersebut berada di posisi ketiga klasemen Super Lig, dengan jarak sembilan poin dari pemuncak Galatasaray, sehingga sumber daya finansial menjadi pertimbangan penting. Meski demikian, peluang utama Trabzonspor untuk meraih trofi musim ini terletak pada Piala Turki, dengan semifinal melawan Gençlerbirliği yang dijadwalkan dalam beberapa minggu ke depan.
Jika Onana tetap bersama Trabzonspor, ia tidak hanya akan melanjutkan kebangkitan kariernya di Turki, tetapi juga memperkuat pertahanan tim dalam upaya mengejar gelar liga. Di sisi lain, spekulasi mengenai minat klub lain, termasuk rival domestik Besiktas dan klub-klub Arab Saudi, terus mengemuka. Semua pihak menunggu keputusan akhir yang akan menentukan masa depan kiper berusia 30 tahun itu.
Berikut rangkuman poin penting terkait situasi transfer Onana:
- Onana menyelamatkan tiga penalti dalam adu penalti melawan Samsunspor, memastikan kemenangan 3-1.
- Ertugrul Dogan secara terbuka mengajukan permohonan agar Onana menjadi pemain permanen.
- Manchester United menilai Onana sebagai pemain yang akan dijual, namun menuntut harga tinggi dan masih membayar gaji besar.
- Trabzonspor berada di peringkat ketiga Super Lig, namun menargetkan trofi Piala Turki sebagai peluang realistis.
- Klub lain, termasuk Besiktas dan tim dari Arab Saudi, menunjukkan minat terhadap Onana.
Keputusan akhir akan bergantung pada negosiasi antara kedua klub dan keinginan pribadi Onana. Jika ia memilih untuk tetap di Trabzonspor, kiper tersebut dapat menutup musim dengan prestasi gemilang, sekaligus membantu klub meraih trofi domestik pertama sejak beberapa tahun terakhir. Sebaliknya, jika transfer ke klub lain terwujud, Manchester United akan berhasil melepaskan beban gaji besar, sementara Trabzonspor harus mencari alternatif di posisi kiper.
Apapun hasilnya, aksi heroik Onana dalam adu penalti ini telah menegaskan kembali nilai penting seorang kiper dalam kompetisi knockout, serta menambah warna pada persaingan Liga Super Turki yang semakin kompetitif.
