PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 22 April 2026 | PSM Makassar saat ini berada di zona paling berbahaya klasemen Super League 2025/2026. Tim berlogo merah putih menempati peringkat ke-14 dengan 28 poin dari 28 pertandingan. Selisih dua poin saja memisahkan mereka dari batas aman di peringkat ke-15, yang ditempati Madura United dengan 26 poin. Jika tidak mampu menambah poin, Juku Eja berisiko terdegradasi pada akhir musim.
Berikut rangkuman singkat posisi enam tim terburuk di klasemen, yang menjadi pesaing langsung PSM dalam perjuangan menghindari zona merah:
| Pos | Tim | Poin | Laga |
|---|---|---|---|
| 14 | PSM Makassar | 28 | 28 |
| 15 | Madura United | 26 | 28 |
| 16 | Persis Solo | 24 | 28 |
| 17 | Semen Padang | 20 | 28 |
| 18 | PSBS Biak | 18 | 28 |
| 19 | Laskar Sambernyawa | — | 28 |
Jadwal sisa kompetisi PSM menampilkan lawan-lawan kuat. Pertandingan selanjutnya melawan Persik Kediri pada 23 April di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, diikuti oleh pertemuan melawan Bali United (27 April), Bhayangkara FC (4 Mei), Arema FC (9 Mei), Persib Bandung (17 Mei) dan penutup melawan Madura United (23 Mei). Semua lawan tersebut berada di atas atau mendekati zona aman, sehingga setiap titik poin menjadi sangat krusial.
Tekanan di atas lapangan juga tercermin pada aspek keamanan. Pada laga PSM vs Persik Kediri, otoritas setempat menurunkan jumlah personel pengamanan menjadi 540 orang, jauh di bawah 669 personel yang dikerahkan pada laga sebelumnya melawan Borneo FC. Kompol Slamet Paryanto, Kabag Ops Polres Parepare, menjelaskan bahwa pengurangan ini dipengaruhi oleh hari kerja serta jumlah tiket yang hanya 3.000 lembar. Komposisi personel terdiri dari 365 polisi, 25 anggota TNI, 10 petugas Dishub, 10 Satpol PP, 10 pemadam kebakaran, dan 120 steward.
Meski jumlah petugas berkurang, pengawasan barang bawaan suporter akan diperketat. Fokus utama adalah mencegah masuknya flare dan barang berbahaya lainnya. Slamet menegaskan larangan keras membawa barang seperti flare, minuman beralkohol, senjata tajam, narkoba, atau minuman keras ke dalam stadion. Ia juga mengimbau suporter untuk tidak melakukan provokasi demi menjaga kondusivitas pertandingan.
Situasi kompetitif dan keamanan ini menambah beban mental bagi pemain dan staf PSM. Pada laga terakhir melawan Borneo FC, PSM gagal mengamankan tiga poin meski bermain di kandang sendiri. Kekalahan beruntun menurunkan moral tim, sementara tekanan media dan suporter semakin intens. Pelatih Juku Eja diperkirakan akan mengandalkan pemain kunci seperti Victor Luiz, yang baru-baru ini mencetak gol penting melawan Borneo FC, serta Aloisio Neto yang diharapkan dapat memberikan kontribusi di lini serang.
Jika mengacu pada catatan musim lalu, tim yang terdegradasi berhasil mengumpulkan 34 poin. Dengan hanya 28 poin saat ini, PSM masih memerlukan setidaknya enam poin tambahan untuk berada di atas ambang degradasi, mengingat tiga pertandingan tersisa. Statistik menunjukkan bahwa tim yang berhasil mengamankan setidaknya satu kemenangan dan satu seri dalam lima laga terakhir biasanya berhasil selamat.
Secara keseluruhan, PSM Makassar berada pada titik kritis. Kombinasi jadwal melawan tim papan atas, pengurangan personel keamanan, dan tekanan poin membuat setiap laga menjadi pertaruhan hidup. Keberhasilan mengumpulkan poin di laga Persik Kediri dan selanjutnya akan menentukan apakah Juku Eja dapat mempertahankan posisi di Super League atau harus menelan derita degradasi.
Ke depan, harapan tetap terbuka. Dukungan suporter yang disiplin, taktik yang tepat, dan konsistensi performa pemain dapat menjadi kunci mengubah nasib tim. PSM Makassar masih memiliki peluang untuk menyalip pesaing terdekat dan mengamankan tempatnya di kasta elit sepakbola Indonesia.
