PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 27 April 2026 | Real Madrid resmi mengumumkan aktivasi klausul buy‑back untuk mengembalikan gelandang muda Nico Paz dari Como 1907 pada akhir musim panas 2026. Keputusan ini menandai langkah konkret klub dalam proyek regenerasi skuad, sekaligus menjawab kebutuhan kreatif di lini tengah setelah kepergian Luka Modrić dan Toni Kroos.
Ketika Real Madrid melepas Paz ke tim Serie A, Como, pada tahun 2024 dengan nilai transfer sekitar 6 juta euro, klub ibu kota Spanyol sudah menyisipkan klausul buy‑back senilai 9 juta euro. Klausul tersebut dirancang untuk memberi kontrol atas perkembangan pemain muda sekaligus memastikan mereka mendapatkan pengalaman bermain reguler di kompetisi tinggi.
Selama dua musim bersama Como, Paz menunjukkan perkembangan signifikan. Pada musim 2025/2026, ia mencatatkan sepuluh gol dan delapan assist, menjadi salah satu penggerak utama tim dalam serangan. Gaya bermainnya yang kreatif, kemampuan mengatur tempo, serta visi permainan yang tajam membuatnya menjadi pilihan utama pelatih Como dalam banyak laga penting, termasuk pertandingan melawan Inter Milan.
Berikut adalah statistik utama Nico Paz selama dua musim di Serie A:
- Penampilan: 68 pertandingan
- Gol: 10
- Assist: 8
- Rata‑rata umpan kunci per pertandingan: 2,3
Performanya di Italia tidak hanya meningkatkan nilai pasar, tetapi juga memperkaya pengalaman taktisnya. Pengalaman melawan tim‑tim defensif kuat di Serie A memberikan Paz kemampuan menembus pertahanan yang lebih disiplin, sesuatu yang sangat dibutuhkan Real Madrid untuk bersaing di Liga Champions.
Real Madrid saat ini berada dalam fase evaluasi setelah dua musim terakhir yang kurang memuaskan. Pada musim 2024/2025, Los Blancos hanya berhasil mengangkat Piala Super Eropa dan Piala Interkontinental, sementara di musim 2025/2026 mereka tersingkir di perempat final Liga Champions oleh Bayern München dan gagal menembus fase knockout Copa del Rey. Di La Liga, selisih poin dengan rival utama Barcelona terus melebar, menimbulkan tekanan pada manajemen dan pelatih.
Dengan kembalinya Nico Paz, harapan klub adalah mengisi kekosongan kreatif yang ditinggalkan oleh Modrić dan Kroos. Paz diproyeksikan akan berkompetisi untuk posisi gelandang serang atau gelandang tengah, bersaing dengan pemain-pemain senior seperti Luka Modrić (yang diperkirakan akan pensiun), Toni Kroos, serta pemain baru yang baru saja direkrut.
Berikut skenario peran yang mungkin diberikan kepada Paz di Santiago Bernabéu:
- Gelandang serang: Menyokong lini depan dengan umpan terobosan dan tembakan jarak jauh.
- Gelandang tengah bertugas mengatur tempo permainan, menggantikan peran Modrić.
- Rotasi dalam formasi 4‑3‑3, memberikan opsi taktis bagi pelatih dalam pertandingan domestik dan internasional.
Meski peluangnya menjanjikan, tantangan tetap besar. Kedalaman skuad Real Madrid menuntut Paz untuk menunjukkan konsistensi dan adaptasi cepat pada tingkat kompetisi yang lebih tinggi. Pelatih klub menegaskan bahwa pemain muda harus membuktikan diri dalam sesi latihan intensif sebelum diberikan menit bermain reguler.
Keputusan Real Madrid mengaktifkan klausul buy‑back juga mengirim sinyal kuat kepada klub‑klub lain bahwa Los Blancos tidak akan melepaskan talenta berharga tanpa kontrol yang memadai. Hal ini memperkuat citra klub sebagai pengembang pemain muda yang cermat dalam manajemen aset.
Jika semua berjalan lancar, Nico Paz akan mengenakan nomor punggung baru di Bernabeu pada awal musim 2026/2027, menjadi bagian dari generasi berikutnya yang diharapkan dapat mengembalikan kejayaan Real Madrid di panggung domestik dan Eropa.
