PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 April 2026 | Dalam laga pekan ke-27 Super League 2025/2026 yang digelar pada Minggu, 12 April 2026, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kembali menjadi saksi sejarah baru. Persib Bandung berhasil mempertahankan kemenangan tipis 3-2 atas Bali United, namun catatan impresif mereka di kandang mengalami pukulan berat. Bali United menjadi tim tamu pertama yang berhasil mencetak lebih dari satu gol melawan Persib di rumah, sekaligus menorehkan rekor kebobolan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Serdadu Tridatu memulai pertandingan dengan tekanan tinggi, namun pertahanan Persib yang selama ini dikenal rapat sempat terkikis. Bali United berhasil membuka keunggulan pada menit ke-23 melalui gol terobosan yang dipimpin oleh striker andalan mereka. Gol pertama ini menandai awal dari serangkaian serangan yang menguji kesiapan pertahanan Persib.
Pada menit ke-34, Bali United menambah keunggulan menjadi 2-0 setelah serangan balik cepat memanfaatkan ruang di lini belakang Persib. Gol kedua tersebut menegaskan bahwa catatan kebobolan Persib di GBLA yang selama ini tidak pernah menerima dua gol dalam satu pertandingan di kandangnya akhirnya tercoreng. Sejak 5 Desember 2025, ketika Persib menundukkan Borneo FC dengan skor 3-1, tidak ada tim yang berhasil menembus dua gawang sekaligus.
Namun, tekad Persib tidak surut. Tim asuhan pelatih Bojan Hodak berhasil bangkit pada menit ke-48 melalui gol balasan yang dipimpin oleh gelandang kreatif. Gol tersebut memicu semangat juang dan membuka peluang bagi Persib untuk memperkecil ketertinggalan.
Pada babak kedua, Persib terus menekan dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-62 berkat gol spektakuler dari Teja Paku Alam yang menembus pertahanan Bali United dengan tembakan keras dari luar kotak penalti. Gol tersebut tidak hanya mengembalikan kepercayaan diri tim, tetapi juga menambah catatan pribadi Teja Paku Alam yang kini mencatatkan penampilan apik meski dalam kekalahan.
Sementara itu, Bali United tidak menyerah. Pada menit ke-71, mereka kembali memanfaatkan kesalahan lini belakang Persib dan menambah gol ketiga, mengembalikan keunggulan menjadi 3-2. Gol tersebut menjadi bukti bahwa serangan Bali United tetap berbahaya meski berada di luar wilayah kandang.
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengungkapkan rasa bangga sekaligus kekecewaan pasca pertandingan. “Selama ini tidak ada tim yang mencetak lebih dari satu gol di kandang Persib, dan kami berhasil melakukannya. Namun, kami seharusnya membawa pulang setidaknya satu poin,” ujar Jansen. Ia menambahkan bahwa timnya memiliki beberapa peluang emas yang sayangnya hanya menabrak tiang gawang, menandakan potensi serangan yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Di sisi lain, Bojan Hodak menilai bahwa Persib masih memiliki ruang untuk perbaikan, terutama dalam mengendalikan tempo pertandingan di babak kedua. “Kami menyesal karena tidak dapat menahan tekanan di menit akhir, namun kami tetap bangga dengan semangat juang tim,” kata Hodak.
Dengan hasil ini, Persib tetap berada di posisi atas klasemen sementara, sementara Bali United menempati posisi yang cukup kompetitif, mengincar poin tambahan pada pertandingan berikutnya melawan Malut United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada 19 April 2026.
Catatan penting yang muncul dari pertandingan ini adalah terpecahnya rekor kebobolan Persib di GBLA. Selama lebih dari satu musim, Persib belum pernah mengalami kebobolan dua gol dalam satu laga di kandangnya. Rekor ini kini terhenti, menandakan dinamika kompetisi yang semakin ketat di Super League 2025/2026.
Secara statistik, Bali United mencatatkan total tembakan ke gawang sebanyak 12 kali, dengan tiga di antaranya menabrak tiang. Persib mencatatkan penguasaan bola sekitar 55 persen, menunjukkan dominasi dalam pengaturan tempo meski tidak selalu berujung pada gol.
Kesimpulannya, meski Persib tetap meraih tiga poin, catatan pertahanan mereka di GBLA harus menjadi bahan evaluasi. Bali United, dengan catatan rekor baru, menunjukkan bahwa mereka mampu menembus pertahanan kuat di luar lapangan. Kedua tim kini menatap pertandingan selanjutnya dengan strategi yang berbeda, menambah warna persaingan sengit di liga domestik.
