PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 30 April 2026 | Pembalap rookie Red Bull KTM Tech3, Rico Salmela, menutup sesi tes resmi Moto3 di sirkuit Jerez, Spanyol, dengan selisih tipis 0,2 detik di belakang rekan setimnya, Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia. Meskipun menempati posisi ketujuh secara keseluruhan, Salmela menegaskan bahwa konsistensi lap merupakan faktor krusial untuk bersaing di level Grand Prix.
Tes yang dilangsungkan pada Selasa, 28 April 2026, melibatkan 70 putaran penuh. Salmela mencatatkan waktu terbaik 1 menit 45,321 detik, menempatkannya 0,459 detik di belakang rider tercepat Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) dan 0,273 detik di belakang Veda yang menorehkan 1 menit 45,047 detik. Dengan catatan tersebut, Salmela berada satu posisi di belakang Veda, yang menempati posisi keenam.
Berikut rangkuman posisi teratas dalam tes tersebut:
- 1. Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) – 1:44,862
- 2. Alvaro Carpe (KTM) – 1:44,950
- 3. Brian Uriarte (KTM) – 1:45,010
- 4. Maximo Quiles – 1:45,120
- 5. Adrian Fernandez – 1:45,180
- 6. Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) – 1:45,047
- 7. Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) – 1:45,321
Meski berada di luar tiga besar, Salmela menilai hasil tersebut positif dibandingkan penampilannya pada balapan Moto3 Spanyol 2026 sebelumnya, di mana ia masih berada di zona tengah klasemen. “Konsistensi lap adalah kunci utama,” ujar Salmela dalam konferensi pers pasca‑tes. “Mampu menjaga kecepatan yang stabil lap demi lap memberi peluang lebih besar untuk menghindari kesalahan dan mengeksekusi overtaking di lintasan yang menantang.”
Veda, yang berusia 17 tahun dan menjadi andalan Honda Team Asia, juga menunjukkan performa mengesankan. Ia berhasil menembus posisi keenam meski timnya berada dalam fase pengembangan. Rekor kecepatan tertinggi yang dicapai Veda mengukuhkan potensinya sebagai pembalap muda yang dapat bersaing dengan para veteran.
Keberhasilan kedua rider debutan ini menambah dinamika persaingan di kelas Moto3. Salmela, yang baru saja menutup musim sebelumnya dengan finis kelima di balapan Moto3 Brasil, kini berambisi untuk meniru performa Veda yang berhasil meraih podium ketiga di ajang yang sama. Kedua pembalap tersebut masuk dalam kelompok sedikitnya rider yang memulai musim 2026 tanpa pengalaman Grand Prix sebagai pengganti atau wild‑card, namun sudah mampu menunjukkan daya saing di antara para rookie.
Tim Red Bull KTM Tech3 menilai bahwa perkembangan Salmela selama tes ini berada pada jalur yang tepat. “Kami melihat peningkatan signifikan dalam kemampuan mengatur ritme lap,” kata manajer teknis tim. “Jika ia mampu mempertahankan konsistensi yang sama selama balapan resmi, peluangnya untuk masuk dalam lima besar menjadi sangat realistis.”
Sementara itu, Honda Team Asia menaruh harapan besar pada Veda. “Kecepatan top speed yang tercatat menunjukkan bahwa motor dan rider berada dalam harmoni yang baik,” ujar kepala tim Honda Asia. “Kami akan terus bekerja pada aspek konsistensi, karena kecepatan tertinggi saja belum cukup untuk meraih kemenangan.”
Dengan jeda waktu yang hanya selisih 0,2 detik antara Salmela dan Veda, persaingan di antara kedua tim utama di kelas Moto3 semakin ketat. Kedepannya, para pembalap rookie diharapkan dapat memperkaya medan persaingan dengan menambah pengalaman dan meningkatkan konsistensi di lintasan internasional.
Secara keseluruhan, tes Moto3 Jerez 2026 memberikan gambaran jelas bahwa konsistensi lap, selain kecepatan puncak, menjadi faktor penentu dalam meraih hasil optimal. Baik Rico Salmela maupun Veda Ega Pratama menunjukkan bahwa kedisiplinan dalam menjaga ritme dan mengurangi variabilitas waktu lap akan menjadi kunci sukses di musim yang akan datang.
