PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 03 Mei 2026 | Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, menegaskan bahwa timnya tetap berada pada jalur konsentrasi penuh menjelang pertandingan melawan PSIM Yogyakarta pada Senin, 4 Mei 2026. Ia menolak keras tuduhan rasisme yang diarahkan kepada kapten Tim Maung Bandung, Marc Klok, dan menyebut seluruh spekulasi tersebut sebagai kabar bohong yang muncul setelah Bhayangkara FC mengalami kekalahan 4-2 dari Persib.
“Enggak, itu bohong! Itu bohong, karena dia (Bhayangkara) kalah terus mengada-ada itu, jangan begitulah ya. Sumardji katanya dengar, dengar dari mana? Kan jauh, dia ada di atas, bagaimana bisa dengar? Ya?” tegas Umuh dalam konferensi pers yang digelar di kantor pusat klub. Ia menambahkan bahwa ia telah meminta klarifikasi langsung kepada Marc Klok, dan penjelasan sang pemain membuatnya yakin tidak ada unsur rasisme dalam insiden tersebut.
Menurut Marc Klok, percakapan yang memicu tuduhan terjadi pada jeda turun minum. Ia mengaku mengucapkan kata “Give me the ball back” kepada pemain Bhayangkara, Henri Doumbia, yang sempat menahan bola. Doumbia kemudian menafsirkan kata tersebut sebagai “black”, memicu tuduhan rasisme. Klok menegaskan bahwa tidak ada niat diskriminatif, bahkan menambahkan, “Saya bersumpah kepada Umuh, istri saya saja orang hitam, bagaimana saya bisa rasis?”.
Didukung oleh bek asal Prancis, Layvin Kurzawa, yang juga pernah berkarier di PSG dan Timnas Prancis, Marc Klok mendapat dukungan publik. Kurzawa menuliskan di akun Instagramnya bahwa ia menentang segala bentuk rasisme dan percaya pada integritas Klok. “Saya tahu siapa dia dan apa yang dia perjuangkan. Tidak ada tempat untuk rasisme, selamanya,” ungkapnya.
Persib Bandung sendiri mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan sikap klub terhadap tuduhan tersebut. Klub menekankan pentingnya proses penilaian yang objektif, berbasis pada rekaman pertandingan dan keterangan resmi. Persib juga menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dari spekulasi dan tetap menjaga kondusivitas kompetisi.
Dengan empat pertandingan sisa yang krusial dalam perebutan gelar, Umuh Muchtar menekankan bahwa fokus utama tetap pada hasil di lapangan. “Saya minta kepada semua pemain, terutama Bojan, jangan menganggap PSIM klub di bawah. Kita harus konsentrasi, jangan sampai kecolongan, apalagi sampai kalah, memalukan dan sangat menyakitkan,” ujarnya.
Persib berharap kemenangan melawan PSIM Yogyakarta dapat menjadi modal kuat menjelang partai berat melawan Persija Jakarta pada pekan ke-32. “Insyaallah besok kita akan selalu memberikan pengarahan kepada anak-anak. Saya akan tegaskan lagi, insyaallah kita mendapat poin penuh,” pungkas Umuh.
Kasus tuduhan rasisme ini juga menarik perhatian Komisi Disiplin PSSI (Komdis), yang sebelumnya telah memberi sanksi kepada Persib dalam kasus lain pada tahun 2018. Namun, hingga kini tidak ada keputusan resmi terkait insiden Marc Klok. Umuh menegaskan kesiapan Persib untuk mengajukan banding bila diperlukan, sekaligus menolak segala bentuk tekanan politik yang dapat mengganggu performa tim.
Secara keseluruhan, situasi ini mencerminkan dinamika sepak bola Indonesia yang tidak hanya berfokus pada hasil pertandingan, melainkan juga pada nilai sportivitas dan integritas. Persib Bandung, di bawah pimpinan Umuh Muchtar, bertekad menjunjung tinggi etika, sambil tetap berjuang meraih gelar juara di BRI Super League 2025/2026.
